Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Catatan Pagi

Ada penyadaran yang kemudian hadir. Kesadaran yang kembali. Membawa pada ingatan-ingatan yang panjang. Sering membuat tersenyum, sering pula membuat saya bersedih. Bagian dari proses berjalan yang menghabiskan banyak waktu.Pagi ini saya sempatkan untuk bersandar dan menulis. Sekedar untuk melegakan dan membahagiakan hati. Merenungi apa-apa saja hal baik yang telah terjadi akhir-akhir ini.Saya sangat bersyukur akhirnya Pesta Karya Mahasiswa 2013 usai. Sebuah momen menarik dan sarat kesan. Serangkaian agenda yang InsyaAlloh menjadi ruang bagi peningkatan atmosfir akademis kampus Universitas Bengkulu. Sebentuk kegiatan penghargaan yang didedikasikan untuk ilmu pengetahuan.Rangakaian kegiatan apresiasi dan kompetisi siswa dan mahasiswanya. Membekas indah.Masih dapat saya ingat, dimana peserta Magic Science Competition memaparkan karya-karya 'magic'nya yang sebenarnya adalah trik ilmiah. Satu persatu. Saya juga dapat mengingati, saat menarik membaca naskah-naskah Lomba Cerpen. Mene…

Ada yang menyingkir

Ada yang menyingkir. Ada yang tersingkir. Dan ada yang disingkirkan.

Mereka yang menyingkir adalah mereka yang putus asa. Mereka yang lelah berharap dan mengharapkan bahwa ia akan dapat menjadi lebih. Mereka yang merasa bahwa dunia telah menolak kehadirannya. Bahwa segala bentuk interaksi itu adalah palsu. Bahwa dunia tak lagi mengharapkan kehadirannya.

Mereka yang tersingkir adalah yang kalah dalam bertahan. Yang gagal dalam berjuang. Terlindas oleh pola hidup yang tidak seperti yang ia inginkan.

Mereka yang disingkirkan adalah mereka yang ditolak oleh lingkungan. Mereka yang berbeda sehingga tidak di terima. Mereka yang terlanjur menjadi pesakitan dengan segala tuduhan dan prasangka. Mereka adalah golongan yang tidak di kehendaki lagi perannya.

Pria di balik layar

Lelaki itu, mendengar dengan seksama. Mendengar dengan rasa iba. Lalu sekilas ia melihat panggung. Ah, ia akan menghias panggung itu, menjadi tahta megah dan memukau. Di lihatnya baju para pria lusuh di hadapanya. Ah, akan kubuatkan baju yang berenda permata. Menjadikan mereka sebagai maestro dan tokoh utama di panggung itu. 



Jika saya boleh bercerita, tentang sebuah agenda. Dimana semua mata terpukau. Sorak sorai sahut menyahut. Rasa takjub yang tak pernah putus. Lalu beriring gemuruh musik memenuhi ruangan. Ini adalah agenda yang besar. Dan yang membuatnya utuh sebagai agenda besar karena jumlah pesertanya pun besar. Penuh sesak. Sangat memukau.

Di panggung sang masetro memandu acara. Dengan busana yang rapi elok dan elit. Memainkan intonasi. Menampilkan senyum nan megah. Berkeliling di panggung dengan pola-pola menawan. Setiap jengkalnya di isi dengan ketakjuban dan keterpesonaan. Oh, ia pun sungguh indah di panggung besar itu. Bukan melebihi atau mengurangi, namun menambah kemegahan…

Tentang Persoalan itu

....kita benar diuji kekuatannya. Apakah kita lebih kuat menyelesaikan masalah itu, atau masalah itu lebih kuat menghabiskan waktu-waktu kita yang berharga. Apakah kita lebih kuat bertahan dengan semua masalah itu, atau masalah itu yang lebih kuat menyerang dari kecepatan kita menyelesaikan persoalan


Jadi, setiap kita pastilah sering menemukan dan terbentur sebuah persoalan. Baik secara personal mau pun secara kelompok. Mau tidak mau, suka tidak suka, persoalan itu adalah hal yang akan selalu ada.

Persoalan itu pastilah akan selalu ada. Namun keberadaannya bukan untuk di hindari, melainkan untuk di selesaikan. Keberadaannya bukan untuk di kutuki, tetapi dicarikan solusi.

Saya sering menemukan, kita belum cukup dewasa dalam menentukan sikap. Kita sering gamang dalam memilih tindakan. Mana yang semestinya kita lakukan saat dibenturkan  persoalan, dan mana yang harus di tinggalkan.

Lebih menyedihkan, dalam posisi himpitan persoalan itu, justru kita senang meng ada-ada. Menghayalkan sesuatu d…

Menjadi Akar atau Bunga?

Ingatlah apa yang telah di lakukan oleh akar. Jangan karena kotor lalu ia abai. Bukankah saat tanaman mulai tumbuh, maka ia julkan akarnya lebih dahulu. Baru mulai mengembangkan tunas hingga saat dewasa muncullah bunga. Bukankah yang membuat bunga itu layu lebih cepat saat ia di pisahkan dari akarnya. Sehingga jika kita menimbang, maka lebih berharga akar atau bunga?

Pernah melihat setangkai bunga yang indah bukan? Aha, bunga memang identik sekali dengan keindahan. Bunga juga menunjukkan ketinggian niai. Representasi dari keberhasilan dan kemahsyuran. Bunga juga diperlambangkan dengan derajat. Karena mahkota bunga adalah perhiasan yang membuat bunga itu indah.

Dalam banyak hal, sering kita temui ada yang dapat berubah dengan setangkai bunga. Ketika seorang istri yang marah, maka berilah seikat bunga mawar. Maka akan ia simpan sebagai hadiah yang indah. Saat kau melihat seorang petinggi datang ke pulau mu, aha, sambutlah ia dengan kalung dari untaian bunga. Saat seorang berbahagia atas j…

Kita Apa

Ada yang sering tidak dapat di ubah, bahwa setiap orang memang berbeda. Sering kita datang untuk bermimpi, mengupayakan segalanya menjadi serupa. Kita melihat keangungan tahta raja dan para punggawanya. Mengharap bahwa kita lah putra mahkota itu, kitalah yang duduk di ketinggian tahta.

Namun, dalam proses menuju insan mulia itu, sungguh setiap orang memiliki ruang sendiri. Nilai keagungan itu bukan hal kasat mata atau seberapa besar tinggi dan megahnya tempat duduk. Melainkan nilai manfaat dan kontribusi yang diberikan untuk sebuah ikhtiar kebaikan. Tidak ada istilah lebih tinggi sebenarnya, yang ada adalah setiap kita lahir dengan nilai dan ruang berbeda.
Mungkin benar, bahwa setiap kita sungguh sangat ingin duduk di ketinggian tahta itu. Sebagaimana pun posisi kita, tahta emas itu sangat mengagumkan. Namun kawan, mungkin kita tidak akan pernah sampai di tahta emas itu, bahkan menjamah sekali pun. Kita hanya akan menjadi pengagum yang terus mengagumi ukirannya. Kita selalu bermimpi.…

Sebuah Puisi: Maaf,

Bahwa aku belum cukup bangun untuk sadar bahwa kita bukan di mula lagi. Bahwa saat perpisahan itu sudah menghampiri. Karena, yang kutau kau sungguh ada dalam hati ini. Sebegitu dekat hingga walau nun disana, saat-saat kebersamaan itu, menjadi sebentuk ingatan yang membuatku damai.

Maafkan aku yang tak pandai memaknai arti persahabatan ini. Maafkan aku yang belum dapat memperlakukan dengan baik. Sungguh kau pun tau, sebenarnya aku adalah seorang anak kecil. Masih perlu banyak belajar tentang bermacam etika di duna ini.

Maafkan aku, yang tak pandai memaknai pertemuan ini. Bukan akhir yang indah untuk kisah yang di bina sekian lama. Bukan sebuah akhir yang layak untuk menghargai persaudaraan ini. Namun sungguh, kau pun tau, aku belum cukup dewasa untuk mengerti semua hal.

Maafkan aku yang tak pandai memaknai hati ini. Telah terpaut dalam rajutan ukhuwah demi mengingatkan arti sebenar dari persaudaraan itu sendiri. Haingga waktu yang bergulir, dirasa belum cukup sekedar membuatku mengerti.

Ma…

Workshop

Pesta Karya Mahasiswa 2013
By UKM Pengembangan Penalaran dan Penelitian Mahasiswa

Cerita si Kakek di Hari Jum'at

'Hei lihatlah, ada karnaval ! Ramai sekali berarak kendaraan yang dihias cantik. Orang-orang ramai berkerumun. Mereka sungguh indah', kata kakek pertama suatu waktu. Walau kakek ke dua tak mendengar suara tetabuhan karnaval, tapi sungguh ia membayangkan seolah ia lah yang menyaksikan karnaval itu langsung.

Jum'at selalu istimewa. Saya selalu ingat banyak sekali hal yang istimewa dipersiapkan untuk jumat. Konteks bahagian bukan selalu santai atau liburan, namun sering bahagia itu justru karena kesibukan yang lebih dari hari lainnya.

Jum'at ini pun bahagia. Saya ada jadwal pertemuan mentoring empat pertemuan dalam satu hari. Tentu membuat hati ini sangat berbahagia, karena di pertemuan tersebut saya berjumpa dengan adik-adik yang cemerlang. Penuh semangat. Dan berpancar masa depan yang mantap.

Sepagian, saya telah duduk di Masjid Darul Ulum, jam 07.30. Lebih awal dari agenda yang akan kita mulai jam 08.00. Sengaja kusiapkan waktu tersebut untuk duduk menghadap Allah. Mengha…

Kisah Monyet di Pohon Kelapa

Berada pada posisi puncak, bukan keberhasilan sesungguhnya. Karena ia masih dapat jatuh dengan itu. Berapa banyak orang yang gagal setelah beberapa waktu lalu masih menjadi suskses. Berapa banyak yang hidup terhida, padahal beberapa detik lalu masih menjadi raja yang di elu-elukan. 

______________

Siapa yang menang adalah ia yang akan bertahan lama. Bukan ia yang membuat aksi besar di depan, lalu akhirnya kandas. Namun , apabila dengan sebentuk pencapainnya itu, ia menjadi pribadi yang manfaat. Itulah puncak kemenangan sebenarnya.

***

Saya teringat sebuah kisah seekor monyet. Ah sudah melalui tahap adaptasi dan revisi dari sumber aslinya tentunya.

Seekormonyet melihat kelapa di ujung pohon kelapa. Ranum dan menawan. Ia sangat ingin memanjat pohon itu, lalu memetik buahnya. Sangat nikmat. Lalu ia mulai memanjat.

Beberapa kali pijakan kaki di batang itu, tanpa sadar telah menghadang kawat berduri yang melingkari pangkal pohon. Karena terlalu terpana akan keindahan kelapanya, ia pun lupa dan m…

Catatan dari Bermani

Namun, sungguh, apabila saya hanya punya kesempatan untuk berdo'a, maka saya sangat berharap agar mereka suatu waktu akan menjadi insan bermanfaat. Menemukan konsep 'manusia' utuh, bukan sebagai duplikasi dari mode tontonan.

Hari ini kami berkesempatan untuk kunjungan ke SMK Bermani Ilir, Kepahiang, Bengkulu. Agendanya, selain Road show pesta Karya Mahasiswa 2013, pengenalan Media Cendekia, juga training motivasi ke para siswa disana. Saya datang untuk mengisi training motivasi di sana, dengan label Media Cendekia Learning Center.

Kami berangkat jam 08.30, melewati pegunungan sepancang perjalanan dari Kota Bengkulu ke Kabupaten Kepahiang. Ini adalah rute yang kerap saya lalui. Sehingga dalam hitungan saya, menempuh perjalanan yang berliku dan sarat tibunan longsor ini, bukan hal yang beresiko.

Sesampainya di Kepahiang, saya yang mengekor rekan saya kehilangan jejak rekan saya. Tepat di simpang bundaran Pasar Kepahiang. Otomatis, saya yang tidak tau rute mulai khawatir. Tetapi…

Find Your Potential !

...berarti potensi itu kita tentukan, kita pelajari, lalu kita temukan. Kita punya kesempatan untuk memiliki lebih banyak potensi dan keahlian, kta punya kesempatan untuk itu. Dengan syarat, setelah kita punya sebuah keahlian, jangan diam, namun beranjaklah...


Tentang Multiple Intelligence, saya punya sebuah pengalaman. Dahulu pernah saya baca sebuah buku, bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing. Setiap orang punya bakat masing-masing. Dan setiap orang pasti punya kecendrungan masing-masing. Katanya, kecerdasan itu warisan genetik. Dan kecerdasan itu menjadi soal gen yang ada dalam dirinya.

Awalnya saya percaya, dan itu kepercayaan yang luar biasa menyesatkan. Sehingga saat itu saya hanya meratapi bahwa pasti tidak ada dalam diri saya warisan kecerdasan. Terbukti selama sepuluh tahun menjalani studi, tidak satu pun saya pernah menjadi juara kelas. Lebih sering nilai terendah malah.

Hingga saat masuk tahun ke dua di sekolah menengah atas, saya menemukan buku, yang serasa lebih b…

Oleh-oleh Hari Ini

Ada pepatah arab bagus saya temukan, 'musuh yang pintar itu lebih baik dari teman yang bodoh'. Ini seperti refleksi panjang yang telah saya lalui.

Proses manusia menjadi bearhasil itu panjang. Memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Dan menghabiskan waktu yang tidak pendek. Namun mungkin justru itulah membuat nilai perjuangan menuju berhasil menjadi lebih bermakna, karena semakin banyak waktu terpakai untuk proses pewujudan cita-cita yang tinggi, justru akan membuat cerita keberhasilan semakin manis.

Saat ini, saya masih bersama rekan-rekan di Murokaz Al Quran. Sehari bersama Al Qur'an. Di tiap sudut mushola ini, rekan-rekan tengah hikmat mengeja setiap ayat dalam Al Qur'an. Setelah sebelumnya sekitar satu jam setengah mendapat taujih manfaat dari Ustadz.
Pada sesi taujih tadi, saya menemukan sesuatu, yang ingin saya bagi. Menyangkut upaya dalam mewujudkan cita-cita. Ikhtiar menjadi yang paling bermanfaat. Dan perjuangan mwnuju keberhasilan yang panjang.
Bahwa dalam kom…

Out Bond Akbar

Join wit us on Oriaba Akbar UKM Kerohanian...
Cikidot....

...yang Bersemangat lah

....lambat laun, banyak pula yang mulai menemukan alasan untuk mengundurkan diri. Satu persatu memilih untuk kandas dan menyerahkan diri pada pola hidup biasa. Satu persatu memilih untuk menghamba pada pembenaran bahwa mereka tidak akan berhasil. Satu persatu mulai terformat, terdoktrin, untuk menjadi generasi yang biasa-biasa saja. Dan menghilang dari lingkaran semangat dan cita-cita.

Usai solat Magrib di Masjid Darul Ulum, saya ada janji untuk berjumpa dengan adik-adik. Bertemu dalam lingkaran penuh cinta. Berpaut dalam ruang penuh nilai dan manfaat, InsyaAlloh. Serta duduk dengan sebuah ikhtiar yang sama bahwa kita bersama dapat menjadi insan yang lebih berarti.

Selang berapa menit saat imam salam di rakaat terakhir, mulai terdengar desisan angin berserta titik-titik air menyuarakan bunyi di atap masjid. Tidak bertahan, maka hujan pun mengguyur dengan derasnya.

Selalu ada hal menarik saat hujan, saya selalu menyukai saat angin pertama berhembus. Menebarkan wangi kesegaran. Sejuk yang …

Orientasi Ilmuwan Muda UKM P3M

Come Join us !! As a Scientist Generation !!!

Talk Show FLP Bengkulu

'Mengapa aku menulis?' Mari hadiri Talk Show ini...

Mari Terus Melangkah

Kita masih melangkah. Kita tetap punya kesempatan untuk menghitung langkah kita. Dan selalu dengan itu semua, kita juga tetap punya waktu untuk menuju dunia yang lebih baik. Konsep yang jauh dari ketidak nyamanan. Konsep yang sungguh sederhana. Namun memerdekakan hati sehingga kita merasa bahwa langkah kita kemudian akan punya arti, lebih dari sekedar perpindahan kaki.

Sahabatku, mari kita melangkah, terus melangkah, beranjak menuju visi yang lebih baik. Dari mana pun kau hendak memulai. Dari mana pun kau akan melakukannya. Dari mana pun waktumu kau ambil untuk mengawalinya. Karena kita InsyaAlloh masih punya kesempatan itu.

Sering saya menemukan orang yang lebih memilih diam terpaku. Lebih senang berada pada posisi saat ini. Lebih sering saya menemukan mereka takut melihat perbedaan waktu. Takut untuk beranjak. Nyaman dengan posisinya. Padahal, air yang jernih itu mengalir di sungai. Melewati bebatuan terjal, membelah pegunungan. Terus melaju menemukan muara. Untuk dapat terbang mengua…

Surat 1

Jika tidak bisa menaikkan IPK setelah bertahun-tahun, jika tetap tidak serius dengan bidang akademis, maka tinggalkanlah. Ambillah peluang lain selain hanya menyibukkan diri dengan persoalan IK saja, karena mengejar dan fokus pada sesuatu yang tidak memberikan banyak manfaat, hanya menghabiskan waktumu saja. Sementara umurmu sebagai mahasiswa tiak kekal, hanya empat tahun saja. Alangkah sayang jika empat tahun mu hanya dipakai untuk meratapi buku yang tak kunjung kau pahami. Hanay digunakan untuk membuang waktu menaikkan IPK yang pada kenyataanya, hanya menghabiskan umurmu.Kenapa demikian? Karena tak mungkin seorang yang telah mengatakan “saya serius ingin fokus di akademik, meikkan IPK” namun hasilnya tidak pernah berubah, bisa dikatakan serius. Kemungkinan besar hanyalah penghamburan waktu dari kemalasan yang menggunakan tedeng aling-aling fokus akademik. Jangan jadikan dirimu mahasiswa “dungu” yang tidak menyempatkan diri melakukan hal bermanfaat selama menjadi mahasiswa. Padahal, …

Duduklah Dengan Pilihanmu

Banyak yang mati-matian mengejar Indeks Prestasi. Siang malam berjibaku dengan pelajaran, hingga mengabaikan aktivitas organisasi. Memperoleh predikan cum laude, lalu dipanggil sebagai orang pertama saat wisuda.  Kelompok ini menilai bahwa organisasi hanyalah mengganggu, atau menurunkan kualitas diri dengan mengatakan “tak mungkin bisa seimbang antara akademis dan organisasi”. Di lain tempat, ada pula yang menghabiskan waktu dengan mengurusi organisasi. Menyandang gelar aktivis, serta memilih turun ke jalan. Dari golongan ini mengatakan bahwa menjadi mahkluk pencinta akademis hanya menghabiskan waktu, toh pada masa depan, kualifikasi nilai tidak terlalu diperhitungkan. Ketrampilan dan kecakapan komunikasi yang diperoleh dari menjadi aktivis lebih diperlukan dan bisa menjamin setidaknya masa peralihan menuju kemapanan. Dua golongan ini adalah mahasiswa kualitas tingkat dua yang walau bagaimana pun tetap bisa dikatakan “lebih baik” dari kelompok yang tidak menjadi penggemar ruang akadem…

Sepenggal Rindumu

...dan sejujurnya, saya meragukan konsep rindu yang semacam itu. Terlalu agung rasanya jika kata 'rindu' itu harus di sematkan dalam hubungan murahan sekelas kresek sampah itu. Rindu memiliki makna bukan sekedar bunga dan senyum hayalan. Rindu lebih indah dan lebih layak untuk mendapat tempat yang  lebih halal dan agung....

Malam ini saya berjumpa lagi dengan adik-adik. Pertemuan yang selalu indah. Lingkaran penuh cinta. Berjalan untuk kesekian kalinya, dan setiap pertemuan itu, tak pernah putus rasanya kebahagiaan hati ini.

Bukan mereka yang belajar kepada saya. Tetapi saya lah yang sedang belajar dari mereka. Ya, lebih tepat saya katakan mereka lah sesungguhnya guru saya.

Dari mereka, dari interaksi kami, dari diskusi kami, saya menyelami sebuah pola yang menakjubkan. Saya masuk dalam wilayah yang memesona. Masuk dalam dunia luas yang di isi dengan bermacam-macam bentuk fikiran. Ah, bahkan saya tak sanggup membahasakan bagaimana menariknya belajar tentang manusia. Belajar tenta…

Sampai Kita Cukup Mandiri

....Yakni ketika kita menyiapkan diri untuk menjadi pelaku aktif. Karena pelatihan softskill dibina dari arena yang mengharuskan individunya untuk terus bergerak aktif mengembangkan diri di dalam wadahnya.Hal yang melatar belakangi mahasiswa mengikuti dan bergabung dalam organisasi mahasiswa adalah kesesuaian dengan minat dan harapan agara dia dalam organisasi tersebut akan bisa berkembang. Ia selalu berangan-angan bahwa organisasi itu akan cukup menampung aspirasi yang sering tanpa arah, atau akan mau memberikan ilmu yang ia belum miliki. Semuanya berlandaskan harapan bahwa mahasiswa mengikuti organisasi untuk mendapatkan banyak hal bermanfaat, dan organisasi itu sanggup mengembangkan potensi pribadinya.Gejala yang seperti ini sangat tampak ketika masa penerimaan keanggotaan baru sebuah organisasi, dimana jumlah yang bergabung biasanya  dalam jumlah banyak. Berjalan seperti sesuatu yang alami dan pasti demikian alurnya. Namun ketika tiba masa telah bergabung dalam organisasi, mengiki…

Struktur Ideal

....menggerakan organisasi dan mengabaikan rupa stuktur didalamnya jauh lebih bisa diterima oleh khalayak ketimbang terus menerus memperbaikai internal organisasi. Karena organisasi ada bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan komponen yang lebih luas. Karena nilai sebuah organisasi lebih sering dapat dilihat dari lakunya, bukan struktur dan masalah internal yang dipublikasi.Mendambakan sebuah organisasi yang di dalamnya telah berjalan semua tata kelola dengan baik, masih seperti impian. Khususnya untuk kampus yang masih berkembang.  Bentuk stuktur organisasi di dalamnya bukan sebuah jaminan. Bahkan tingkatan organisasi tidak dapat menjadi indikator manajemen organisasi yang ideal.Pemaknaan sederhana dari sebuah struktur yang ideal adalah dimana setiap elemen atau bidangnya berjalan sesuai peruntukan dan fungsinya. Ketua memposisikan diri sebagai pimpinan yang memanajemen seluruh gerak laku, melakukan kontrol dan evaluasi dari sebuah tindakan, mengambil keputusan terh…

ORIABA Part 2

ORIABA Waktu Lalu

Banner for Promotion UKM Kerohanian, one mounth ago..

Mereka Tetap Peduli

....solusi-solusi klise itu, sebenarnya adalah konsep dasar yang mereka pahami tentang membangun negara. Klise karena itulah salah satu solusi penting yang sampai saat ini belum terealisasi.
Saat membicarakan konsep memajukan bangsa, saya banyak menemukan pemikiran-pemikiran baru. Semua gagasan itu sangat menarik, karena merupakan hasil pemikiran dan keprihatinan. Setiap orang dengan tampilan yang berbeda itu, memiliki sebuah pemikiran tentang kemajuan bangsa. Tak heran, orang yang dalam kesehariannya seperti tidak bernyawa sekalipun, juga memiliki pemikiran tersendiri tentang bangsa ini. Jika tidak percaya, buatlah sebuah forum diskusi yang mengupas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Maka akan terdengar banyak sekali keluhan tentang bangsa ini. Lalu alihkanlah topik mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh bangsa ini agar bangkit dari masalah, maka akan banyak pula solusi yang bermunculan. Ada yang hanya menyalah-nyalahkan, ada yang gencar mengutuki, ada yang benar-benar memilik…

Proses Menuju Hal Besar

Selama proses pergantian waktu, saat generasi baru berdatangan dan generasi lama menyudahi masa studinya, tentu membawa warna sendiri. Sedikit demi sedikit, warna lama akan memudar atau berbaur menjadi warna baru, sehingga tidak mungkin “kesamaan gerakan” akan terjadi. Dalam prosesi itu, tentu banyak hal yang telah hilang. Namun sesuatu yang hilang itu, bukan total tanpa bentuk, melainkan bermetamorfosis menjadi warna baru. Itu yang dinamakan perjalalanan sejarah.
Tabiat manusia ketika harus meninggalkan sesuatu yang berharga ialah muncul angan agar masa itu terulang kembali. Dalam bentuk dan cerita yang sama. Meski dalam kondisi nyata sesuatu itu hampir tidak mungkin -kecuali atas kehendak Alloh SWT-, tapi manusia tetap menginginkan dan terus berharap agar masa itu berulang. Kondisi itu diwujudkan dengan seringnya terlontar perkataan “seandainya saya kembali pada masa itu lagi”. Bahkan, seorang yang dinilai mumpuni dalam keilmuan pun pernah mengatakan hal demikian. Apa yang membuat me…

Bukan Masalah Waktu

Banyak yang telah hilang. Banyak yang tumbuh. Berapa yang hilang dan tumbuh, tak pernah dapat diprediksi. Apakah jumlah yang tumbuh telah dapat mewakili jumlah yang dulu ada? Atau yang tumbuh mampu total merevolusi kisah masalalu? Atau barangkali tumbuh hanya akan menjadi rentetan kisah sama karena tak dapat beradaptasi? Kita dalam pergerakan ini, mengandung tiga pilihan saja. Menjadi penikmat sejarah keemasan lalu, menjadi pengikut sejarah, atau membuat sejarah baru!

Era kejayaan mahasiswa sering dikaitkan dengan didobraknya reformasi 1998. Pada masa itu, mahasiswa menjadi mahasiswa. Aktivis adalah kebanggaan, demo adalah kekuatan, dan karya adalah wujud nyata dari eksistensi. Itulah masa paling membanggakan bagi mahasiswa. Keberadaan yang diakui, dan suara yang  lantang ditakuti.

Dari masa keemasan yang dibanggakan generasi pendobrak itu, kerap muncul rasa iri bagi generasi sesudahnya. Penuturan-penuturan alumni generasi ‘98, membuat ciut optimisme mahasiswa saat ini. Bagaimana tidak,…