Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Find Your Potential !

...berarti potensi itu kita tentukan, kita pelajari, lalu kita temukan. Kita punya kesempatan untuk memiliki lebih banyak potensi dan keahlian, kta punya kesempatan untuk itu. Dengan syarat, setelah kita punya sebuah keahlian, jangan diam, namun beranjaklah...


Tentang Multiple Intelligence, saya punya sebuah pengalaman. Dahulu pernah saya baca sebuah buku, bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing. Setiap orang punya bakat masing-masing. Dan setiap orang pasti punya kecendrungan masing-masing. Katanya, kecerdasan itu warisan genetik. Dan kecerdasan itu menjadi soal gen yang ada dalam dirinya.

Awalnya saya percaya, dan itu kepercayaan yang luar biasa menyesatkan. Sehingga saat itu saya hanya meratapi bahwa pasti tidak ada dalam diri saya warisan kecerdasan. Terbukti selama sepuluh tahun menjalani studi, tidak satu pun saya pernah menjadi juara kelas. Lebih sering nilai terendah malah.

Hingga saat masuk tahun ke dua di sekolah menengah atas, saya menemukan buku, yang serasa lebih b…

Oleh-oleh Hari Ini

Ada pepatah arab bagus saya temukan, 'musuh yang pintar itu lebih baik dari teman yang bodoh'. Ini seperti refleksi panjang yang telah saya lalui.

Proses manusia menjadi bearhasil itu panjang. Memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Dan menghabiskan waktu yang tidak pendek. Namun mungkin justru itulah membuat nilai perjuangan menuju berhasil menjadi lebih bermakna, karena semakin banyak waktu terpakai untuk proses pewujudan cita-cita yang tinggi, justru akan membuat cerita keberhasilan semakin manis.

Saat ini, saya masih bersama rekan-rekan di Murokaz Al Quran. Sehari bersama Al Qur'an. Di tiap sudut mushola ini, rekan-rekan tengah hikmat mengeja setiap ayat dalam Al Qur'an. Setelah sebelumnya sekitar satu jam setengah mendapat taujih manfaat dari Ustadz.
Pada sesi taujih tadi, saya menemukan sesuatu, yang ingin saya bagi. Menyangkut upaya dalam mewujudkan cita-cita. Ikhtiar menjadi yang paling bermanfaat. Dan perjuangan mwnuju keberhasilan yang panjang.
Bahwa dalam kom…

Out Bond Akbar

Join wit us on Oriaba Akbar UKM Kerohanian...
Cikidot....

...yang Bersemangat lah

....lambat laun, banyak pula yang mulai menemukan alasan untuk mengundurkan diri. Satu persatu memilih untuk kandas dan menyerahkan diri pada pola hidup biasa. Satu persatu memilih untuk menghamba pada pembenaran bahwa mereka tidak akan berhasil. Satu persatu mulai terformat, terdoktrin, untuk menjadi generasi yang biasa-biasa saja. Dan menghilang dari lingkaran semangat dan cita-cita.

Usai solat Magrib di Masjid Darul Ulum, saya ada janji untuk berjumpa dengan adik-adik. Bertemu dalam lingkaran penuh cinta. Berpaut dalam ruang penuh nilai dan manfaat, InsyaAlloh. Serta duduk dengan sebuah ikhtiar yang sama bahwa kita bersama dapat menjadi insan yang lebih berarti.

Selang berapa menit saat imam salam di rakaat terakhir, mulai terdengar desisan angin berserta titik-titik air menyuarakan bunyi di atap masjid. Tidak bertahan, maka hujan pun mengguyur dengan derasnya.

Selalu ada hal menarik saat hujan, saya selalu menyukai saat angin pertama berhembus. Menebarkan wangi kesegaran. Sejuk yang …

Orientasi Ilmuwan Muda UKM P3M

Come Join us !! As a Scientist Generation !!!

Talk Show FLP Bengkulu

'Mengapa aku menulis?' Mari hadiri Talk Show ini...

Mari Terus Melangkah

Kita masih melangkah. Kita tetap punya kesempatan untuk menghitung langkah kita. Dan selalu dengan itu semua, kita juga tetap punya waktu untuk menuju dunia yang lebih baik. Konsep yang jauh dari ketidak nyamanan. Konsep yang sungguh sederhana. Namun memerdekakan hati sehingga kita merasa bahwa langkah kita kemudian akan punya arti, lebih dari sekedar perpindahan kaki.

Sahabatku, mari kita melangkah, terus melangkah, beranjak menuju visi yang lebih baik. Dari mana pun kau hendak memulai. Dari mana pun kau akan melakukannya. Dari mana pun waktumu kau ambil untuk mengawalinya. Karena kita InsyaAlloh masih punya kesempatan itu.

Sering saya menemukan orang yang lebih memilih diam terpaku. Lebih senang berada pada posisi saat ini. Lebih sering saya menemukan mereka takut melihat perbedaan waktu. Takut untuk beranjak. Nyaman dengan posisinya. Padahal, air yang jernih itu mengalir di sungai. Melewati bebatuan terjal, membelah pegunungan. Terus melaju menemukan muara. Untuk dapat terbang mengua…

Surat 1

Jika tidak bisa menaikkan IPK setelah bertahun-tahun, jika tetap tidak serius dengan bidang akademis, maka tinggalkanlah. Ambillah peluang lain selain hanya menyibukkan diri dengan persoalan IK saja, karena mengejar dan fokus pada sesuatu yang tidak memberikan banyak manfaat, hanya menghabiskan waktumu saja. Sementara umurmu sebagai mahasiswa tiak kekal, hanya empat tahun saja. Alangkah sayang jika empat tahun mu hanya dipakai untuk meratapi buku yang tak kunjung kau pahami. Hanay digunakan untuk membuang waktu menaikkan IPK yang pada kenyataanya, hanya menghabiskan umurmu.Kenapa demikian? Karena tak mungkin seorang yang telah mengatakan “saya serius ingin fokus di akademik, meikkan IPK” namun hasilnya tidak pernah berubah, bisa dikatakan serius. Kemungkinan besar hanyalah penghamburan waktu dari kemalasan yang menggunakan tedeng aling-aling fokus akademik. Jangan jadikan dirimu mahasiswa “dungu” yang tidak menyempatkan diri melakukan hal bermanfaat selama menjadi mahasiswa. Padahal, …

Duduklah Dengan Pilihanmu

Banyak yang mati-matian mengejar Indeks Prestasi. Siang malam berjibaku dengan pelajaran, hingga mengabaikan aktivitas organisasi. Memperoleh predikan cum laude, lalu dipanggil sebagai orang pertama saat wisuda.  Kelompok ini menilai bahwa organisasi hanyalah mengganggu, atau menurunkan kualitas diri dengan mengatakan “tak mungkin bisa seimbang antara akademis dan organisasi”. Di lain tempat, ada pula yang menghabiskan waktu dengan mengurusi organisasi. Menyandang gelar aktivis, serta memilih turun ke jalan. Dari golongan ini mengatakan bahwa menjadi mahkluk pencinta akademis hanya menghabiskan waktu, toh pada masa depan, kualifikasi nilai tidak terlalu diperhitungkan. Ketrampilan dan kecakapan komunikasi yang diperoleh dari menjadi aktivis lebih diperlukan dan bisa menjamin setidaknya masa peralihan menuju kemapanan. Dua golongan ini adalah mahasiswa kualitas tingkat dua yang walau bagaimana pun tetap bisa dikatakan “lebih baik” dari kelompok yang tidak menjadi penggemar ruang akadem…

Sepenggal Rindumu

...dan sejujurnya, saya meragukan konsep rindu yang semacam itu. Terlalu agung rasanya jika kata 'rindu' itu harus di sematkan dalam hubungan murahan sekelas kresek sampah itu. Rindu memiliki makna bukan sekedar bunga dan senyum hayalan. Rindu lebih indah dan lebih layak untuk mendapat tempat yang  lebih halal dan agung....

Malam ini saya berjumpa lagi dengan adik-adik. Pertemuan yang selalu indah. Lingkaran penuh cinta. Berjalan untuk kesekian kalinya, dan setiap pertemuan itu, tak pernah putus rasanya kebahagiaan hati ini.

Bukan mereka yang belajar kepada saya. Tetapi saya lah yang sedang belajar dari mereka. Ya, lebih tepat saya katakan mereka lah sesungguhnya guru saya.

Dari mereka, dari interaksi kami, dari diskusi kami, saya menyelami sebuah pola yang menakjubkan. Saya masuk dalam wilayah yang memesona. Masuk dalam dunia luas yang di isi dengan bermacam-macam bentuk fikiran. Ah, bahkan saya tak sanggup membahasakan bagaimana menariknya belajar tentang manusia. Belajar tenta…

Sampai Kita Cukup Mandiri

....Yakni ketika kita menyiapkan diri untuk menjadi pelaku aktif. Karena pelatihan softskill dibina dari arena yang mengharuskan individunya untuk terus bergerak aktif mengembangkan diri di dalam wadahnya.Hal yang melatar belakangi mahasiswa mengikuti dan bergabung dalam organisasi mahasiswa adalah kesesuaian dengan minat dan harapan agara dia dalam organisasi tersebut akan bisa berkembang. Ia selalu berangan-angan bahwa organisasi itu akan cukup menampung aspirasi yang sering tanpa arah, atau akan mau memberikan ilmu yang ia belum miliki. Semuanya berlandaskan harapan bahwa mahasiswa mengikuti organisasi untuk mendapatkan banyak hal bermanfaat, dan organisasi itu sanggup mengembangkan potensi pribadinya.Gejala yang seperti ini sangat tampak ketika masa penerimaan keanggotaan baru sebuah organisasi, dimana jumlah yang bergabung biasanya  dalam jumlah banyak. Berjalan seperti sesuatu yang alami dan pasti demikian alurnya. Namun ketika tiba masa telah bergabung dalam organisasi, mengiki…

Struktur Ideal

....menggerakan organisasi dan mengabaikan rupa stuktur didalamnya jauh lebih bisa diterima oleh khalayak ketimbang terus menerus memperbaikai internal organisasi. Karena organisasi ada bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan komponen yang lebih luas. Karena nilai sebuah organisasi lebih sering dapat dilihat dari lakunya, bukan struktur dan masalah internal yang dipublikasi.Mendambakan sebuah organisasi yang di dalamnya telah berjalan semua tata kelola dengan baik, masih seperti impian. Khususnya untuk kampus yang masih berkembang.  Bentuk stuktur organisasi di dalamnya bukan sebuah jaminan. Bahkan tingkatan organisasi tidak dapat menjadi indikator manajemen organisasi yang ideal.Pemaknaan sederhana dari sebuah struktur yang ideal adalah dimana setiap elemen atau bidangnya berjalan sesuai peruntukan dan fungsinya. Ketua memposisikan diri sebagai pimpinan yang memanajemen seluruh gerak laku, melakukan kontrol dan evaluasi dari sebuah tindakan, mengambil keputusan terh…

ORIABA Part 2

ORIABA Waktu Lalu

Banner for Promotion UKM Kerohanian, one mounth ago..

Mereka Tetap Peduli

....solusi-solusi klise itu, sebenarnya adalah konsep dasar yang mereka pahami tentang membangun negara. Klise karena itulah salah satu solusi penting yang sampai saat ini belum terealisasi.
Saat membicarakan konsep memajukan bangsa, saya banyak menemukan pemikiran-pemikiran baru. Semua gagasan itu sangat menarik, karena merupakan hasil pemikiran dan keprihatinan. Setiap orang dengan tampilan yang berbeda itu, memiliki sebuah pemikiran tentang kemajuan bangsa. Tak heran, orang yang dalam kesehariannya seperti tidak bernyawa sekalipun, juga memiliki pemikiran tersendiri tentang bangsa ini. Jika tidak percaya, buatlah sebuah forum diskusi yang mengupas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Maka akan terdengar banyak sekali keluhan tentang bangsa ini. Lalu alihkanlah topik mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh bangsa ini agar bangkit dari masalah, maka akan banyak pula solusi yang bermunculan. Ada yang hanya menyalah-nyalahkan, ada yang gencar mengutuki, ada yang benar-benar memilik…

Proses Menuju Hal Besar

Selama proses pergantian waktu, saat generasi baru berdatangan dan generasi lama menyudahi masa studinya, tentu membawa warna sendiri. Sedikit demi sedikit, warna lama akan memudar atau berbaur menjadi warna baru, sehingga tidak mungkin “kesamaan gerakan” akan terjadi. Dalam prosesi itu, tentu banyak hal yang telah hilang. Namun sesuatu yang hilang itu, bukan total tanpa bentuk, melainkan bermetamorfosis menjadi warna baru. Itu yang dinamakan perjalalanan sejarah.
Tabiat manusia ketika harus meninggalkan sesuatu yang berharga ialah muncul angan agar masa itu terulang kembali. Dalam bentuk dan cerita yang sama. Meski dalam kondisi nyata sesuatu itu hampir tidak mungkin -kecuali atas kehendak Alloh SWT-, tapi manusia tetap menginginkan dan terus berharap agar masa itu berulang. Kondisi itu diwujudkan dengan seringnya terlontar perkataan “seandainya saya kembali pada masa itu lagi”. Bahkan, seorang yang dinilai mumpuni dalam keilmuan pun pernah mengatakan hal demikian. Apa yang membuat me…

Bukan Masalah Waktu

Banyak yang telah hilang. Banyak yang tumbuh. Berapa yang hilang dan tumbuh, tak pernah dapat diprediksi. Apakah jumlah yang tumbuh telah dapat mewakili jumlah yang dulu ada? Atau yang tumbuh mampu total merevolusi kisah masalalu? Atau barangkali tumbuh hanya akan menjadi rentetan kisah sama karena tak dapat beradaptasi? Kita dalam pergerakan ini, mengandung tiga pilihan saja. Menjadi penikmat sejarah keemasan lalu, menjadi pengikut sejarah, atau membuat sejarah baru!

Era kejayaan mahasiswa sering dikaitkan dengan didobraknya reformasi 1998. Pada masa itu, mahasiswa menjadi mahasiswa. Aktivis adalah kebanggaan, demo adalah kekuatan, dan karya adalah wujud nyata dari eksistensi. Itulah masa paling membanggakan bagi mahasiswa. Keberadaan yang diakui, dan suara yang  lantang ditakuti.

Dari masa keemasan yang dibanggakan generasi pendobrak itu, kerap muncul rasa iri bagi generasi sesudahnya. Penuturan-penuturan alumni generasi ‘98, membuat ciut optimisme mahasiswa saat ini. Bagaimana tidak,…

Kita Punya Kesempatan

Memaksakan diri agar menjadi “seperti masa lalu” tidak akan pernah selesai. Ini hanya akan menyibukkan kita dengan membolak balik metode kuno agar relevan di kehidupan sekarang. Dan ketidaksesuaian zaman itu, hanya akan menjadikan kita generasi perintih keadaan, karena terlanjur memandang ‘masa lalau adalah masa jaya’. Wake Up Bro! Mari sadarkan diri kita, bahwa sejarah kejayaan mahasiswa masa lalu bukan buku panduan yang harus kita lakukan setiap bagiannya agar terulang. Sejarah itu harus kita tutup, dan kita menemukan pedoman kita sendiri, sesuai kondisi sekarang. Kita punya kesempatan untuk bisa menjadi lebih dari yang pernah dilakukan oleh generasi reformasi, sehingga kejayaan itu bukan hal remeh yang hanya bisa di impikan. Kejayaan mahasiswa bukan sekedar angan yang sering diperdebatkan di forum diskusi, tapi dapat kita genggam dengan adaptasi aksi yang sesuai zamannya.

Rasakanlah perbedaan zaman yang telah jauh berubah. Akuilah bahwa orientasi ‘menjadi mahasiswa abadai adalah pen…