Langsung ke konten utama

Kita Punya Kesempatan

Cover Buku

Memaksakan diri agar menjadi “seperti masa lalu” tidak akan pernah selesai. Ini hanya akan menyibukkan kita dengan membolak balik metode kuno agar relevan di kehidupan sekarang. Dan ketidaksesuaian zaman itu, hanya akan menjadikan kita generasi perintih keadaan, karena terlanjur memandang ‘masa lalau adalah masa jaya’. Wake Up Bro! Mari sadarkan diri kita, bahwa sejarah kejayaan mahasiswa masa lalu bukan buku panduan yang harus kita lakukan setiap bagiannya agar terulang. Sejarah itu harus kita tutup, dan kita menemukan pedoman kita sendiri, sesuai kondisi sekarang. Kita punya kesempatan untuk bisa menjadi lebih dari yang pernah dilakukan oleh generasi reformasi, sehingga kejayaan itu bukan hal remeh yang hanya bisa di impikan. Kejayaan mahasiswa bukan sekedar angan yang sering diperdebatkan di forum diskusi, tapi dapat kita genggam dengan adaptasi aksi yang sesuai zamannya.

Rasakanlah perbedaan zaman yang telah jauh berubah. Akuilah bahwa orientasi ‘menjadi mahasiswa abadai adalah penghargaan tertinggi’ telah bergeser dengan orientasi ‘menjadi wisudawan berprestasi sejak dini adalah penghargaan tertinggi’. Karena peperangan mahasiswa bukan sekedar perang fisik menggempur otoritas, kebobrokkan, dan ketertindasan, tetapi perang pemikiran menuju masyarakat cerdas dan sejahtera. Kualifikasi pemikiran dan aksi intelektual adalah hal terpenting dalam pergerakan mahasiswa di era saat ini. Itulah sejarah milik kita, yang terhidang di depan kita, dan yang harus kita garap dengan sepenuh hati.

Kita punya kesempatan membuat sejarah baru kawan, sejarah kita sendiri. Sejarah yang akan kita persembahkan sebagai hasil karya terbaik bangsa ini, untuk dijadikan arsip perjalanan gerakan mahasiswa, di generasi setelah kita.


Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…