Langsung ke konten utama

Mereka Tetap Peduli

bumblebee_and_lavender-wallpaper-2048x1152


....solusi-solusi klise itu, sebenarnya adalah konsep dasar yang mereka pahami tentang membangun negara. Klise karena itulah salah satu solusi penting yang sampai saat ini belum terealisasi.


Saat membicarakan konsep memajukan bangsa, saya banyak menemukan pemikiran-pemikiran baru. Semua gagasan itu sangat menarik, karena merupakan hasil pemikiran dan keprihatinan. Setiap orang dengan tampilan yang berbeda itu, memiliki sebuah pemikiran tentang kemajuan bangsa. Tak heran, orang yang dalam kesehariannya seperti tidak bernyawa sekalipun, juga memiliki pemikiran tersendiri tentang bangsa ini. Jika tidak percaya, buatlah sebuah forum diskusi yang mengupas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Maka akan terdengar banyak sekali keluhan tentang bangsa ini. Lalu alihkanlah topik mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh bangsa ini agar bangkit dari masalah, maka akan banyak pula solusi yang bermunculan. Ada yang hanya menyalah-nyalahkan, ada yang gencar mengutuki, ada yang benar-benar memiliki pemikiran solutif untuk bangsa.

Makna dari semua kasus itu adalah, kita masih harus bersyukur telah menjadi bagian dari sebuah negara bernama Indonesia. Bagaimana pun, kebobrokan yang terlalu vulgar dan seperti diada-adakan oleh media itu, tetap tidak boleh menjadi alasan untuk membuang rasa kepedualian terhadap bangsa ini. Keterbukaan hati kita menjadi penting untuk menghadapi pola kehidupan bermasyarakat Indonesia yang kaya akan masalah ini. Terbuka dalam arti memaklumi kondisi nyata masyarakat saat ini. Bahwa separah-parahnya jenis manusia di Indoensia, mereka tetap adalah golongan masyarakat yang lahir dari rahim ibu pertiwi, dan mereka sesungguhnya tetap memiliki kepedualian terhadap bangsa ini. Semangat mengungkap kebobrokan melalui cemoohan dan keluah itu, sebenarnya adalah jenis analisis masalah paling nyata. Dan solusi-solusi klise itu, sebenarnya adalah konsep dasar yang mereka pahami tentang membangun negara. Klise karena itulah salah satu solusi penting yang sampai saat ini belum terealisasi.

Corak masyarakat yang lelah dan apatis, tidak bisa dielakkan. Dalam hal paling positif, keparahan kondisi itu semakain memperjelas bentuk masalah utama yang dihadapi bangsa. Sehingga seharusnya juga memperjelas solusi seperti apa yang lebih dahulu kita bangun secara bersama-sama. Kelelahan sebagian masyarakat itu, adalah indikasi dari penegasan apa yang musti kita lakukan. Mereka adalah bagian kita, mereka bagian Indonesia, mereka adalah barometer, maka mari dengarkan suara itu.

Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…