Langsung ke konten utama

Struktur Ideal

black_butterfly-wallpaper-1920x1080

....menggerakan organisasi dan mengabaikan rupa stuktur didalamnya jauh lebih bisa diterima oleh khalayak ketimbang terus menerus memperbaikai internal organisasi. Karena organisasi ada bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan komponen yang lebih luas. Karena nilai sebuah organisasi lebih sering dapat dilihat dari lakunya, bukan struktur dan masalah internal yang dipublikasi.

Mendambakan sebuah organisasi yang di dalamnya telah berjalan semua tata kelola dengan baik, masih seperti impian. Khususnya untuk kampus yang masih berkembang.  Bentuk stuktur organisasi di dalamnya bukan sebuah jaminan. Bahkan tingkatan organisasi tidak dapat menjadi indikator manajemen organisasi yang ideal.

Pemaknaan sederhana dari sebuah struktur yang ideal adalah dimana setiap elemen atau bidangnya berjalan sesuai peruntukan dan fungsinya. Ketua memposisikan diri sebagai pimpinan yang memanajemen seluruh gerak laku, melakukan kontrol dan evaluasi dari sebuah tindakan, mengambil keputusan terhadap sebuah kejadian, serta memberi semangat untuk terus berjuang kepada anggotanya. Kepala departemen atau kepala bidang, bergerak sesuai yang telah disepakati dalam rancangan program, mengarahkan anggotanya sesuai fokus yang akan dikerjakan. Serta fungsi-fungsi lainnya berdasarkan pembagian masing-masing bidang dalam organisasi organisasi.

Menjadi ketidakinginan menyaksikan kinerja tumpang tindih dalam sebuah organisasi.  Kepala departemen seolah ketua umum yang mengarahkan semua tata organisasi, melebihi jangkauan amanah kerjanya. Sekretaris menyerahkan tugasnya membuat laporan atau proposal kepada bendahara. Bendahara tidak melakukan apa pun karena tidak ada pemasukan dana yang harus dikelola. Dan banyak kesemerawutan kerja lainnya.

Namun bagaimanapun juga, kondisi ini masih lebih bagus mengingat beberapa bagian masih mau melakukan kerja, walau tidak pada porsinya. Kerap dalam organisasi justru seseorang harus menjadi banyak bagian berbeda dalam satu waktu, karena tidak ada tenaga lain yang mau mengelola. Atau yang dapat melaksanakan kerja sesuai amanah yang telah diberikan.

Betapa sangat membosankannya masuk dalam organisasi yang manajemen di dalamnya masih sangat kacau. Mundur dari organisasi seperti itu menjadi sebuah pilihan yang melegakan. Mengangkat kaki dari ranah kerja adalah jalan pintas. Maka kemudian yang terjadi adalah para pengurusnya yang mengundurkan diri satu persatu dikarenakan telah gagal mendambakan struktur ideal dalam sebuah organisasi yang ia ikuti.

Cara menyikapi keadaan yang melanda begitu banyak organisasi kemahasiswaan tersebut bukan hal sederhana. Namun,  berfikir kondisional dapat menjadi alternatif.  Setidaknya sementara waktu agar organisasi tetap ada dan tampak geliat gerakannya.

Orientasi utama bagi organisasi yang tengah berkembang bukan membentuk manajemen organisasi yang bagus, tetapi memperbaiki penerimaan pandangan khalayak terhadap keberadaan dan fungsi organisasi itu. Dengan kata lain, menggerakan organisasi dan mengabaikan rupa stuktur didalamnya jauh lebih bisa diterima oleh khalayak ketimbang terus menerus memperbaikai internal organisasi. Karena organisasi ada bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan komponen yang lebih luas. Karena nilai sebuah organisasi lebih sering dapat dilihat dari lakunya, bukan struktur dan masalah internal yang dipublikasi.

Pemaksaan untuk menyusun struktur yang ideal sementara posisi organisasi masih belum stabil hanya akan menghabiskan waktu. Padahal peran individu dalam organisasi bukan hanya membenahi internal organisasi, tetapi pengabdian kepada masyarakat atau kemaslahatan lebih luas. Bisa jadi sebuah organisasi dikenal baik dan memiliki gerakan, tetapi bentuk struktur yang ada didalamnya tidak baik. Atau kita melihat sebuah organisasi yang begitu luar biasa aktivitasnya, namun ketika melihat ke dalam, hanya di isi oleh segelintir orang dan stukturnya sangat sederhana.

Apakah lalu kita mengabaikan peran struktur organisasi? Tentu kita harus tahu bahwa hal demikian hanya untuk organisasi yang masih berkembang. Organisasi yang baru dibangun, atau organisasi yang selama ini vakum. Sehingga pengabaian rupa stuktur itu bermakna tiga hal, yakni sebagai aksi mendobrak wilayah suram yang selama ini menekan aktivitas organisasi yang menyebabkan geliatnya tidak tampak. Ke-dua, menemukan wujud efektif gerakan dalam sebuah organisasi, yang nanti dapat dikembangkan dan diterapkan sesuai fungsi organisasi dan peran individunya. Dan ke-tiga, sebagai penyederhanaan bidang ketika jumlah individu tidak sebanding dengan gerakan yang harus dilakukan.

Semua yang dilakukan itu hanya sebagai permulaan. Dimana ketika bentuk gerakan telah ditemukan dan masyarakat telah menerima serta mengakui keberadaan organisasi tersebut, maka artinya dapat mulai menetapkan dan menyusun strategi pembenahan struktur organisasi. Lalu diimbangi dengan pemberian ruang untuk generasi baru agar masuk dalam struktur dengan diberi pemahaman utuh berdasarkan posisinya masing-masing.

Ini merupakan metode terbalik dari yang selama ini diterapkan oleh banyak organisasi. Dimana banyak organisasi justru lebih mengutamakan manajemen internal ketimbang orientasi aksi. Hal ini sangat berpengaruh positif jika terjadi keseimbangan. Namun jika kondisi tetap tidak berubah, maka melakukan gerakan dengan sedikit individu sampai wujud organisasi diterima masyarakat, baru kemudian  menyusun struktur dapat dijadikan pilihan. Demi menjaga eksistensi organisasi mahasiswa. 

Postingan populer dari blog ini

Nilai Kesetaraan

Sematan predikat unggul itu, hanya sebuah cermin ketidaksanggupan menyetarakan lingkungan. Semakin dramatis memaknai keberbedaan itu, lalu melakukan tindakan berlebihan dengan sentiasa menyanjung satu sisi, maka semakin tampak ketidaksanggupan mengelola semua dengan baik.

Dalam banyak ajang kompetisi yang melibatkan komunitas mahasiswa yang hetero, terlebih dalam tingkatan nasional, sering terdengar keluhan “Kenapa hanya mahasiswa dari universitas terkemuka yang selalu menjuarai?”, dan saksikanlah seperti ajang bergengsi itu, maka universitas terkemuka yang selalu mendominasi. Bahkan tak heran, banyak universitas yang belum pernah sama sekali masuk sebagai semifinalis.  Atau sekedar sampai mengirimkan perwakilannya dikarenakan telah tumbang sebelum sempat melihat gerbang.
Persoalannya bisa disebabkan dari tingkat kualitas pesertanya yang memang berbedajauh sehingga tidak memenuhi kualifikasi.Atau disebabkan penilaian secara keseluruhan dimana nilai individu dilihat pula dari total peser…

Membangun Tembok

Ini adalah sebuah cerita klasik, tetapi selalu saja menarik. Sebab ini menyangkut perasaan manusia. Ini menyangkut prasangka yang rapuh. Dan ini menyangkut sesuatu yang selalu saja terjadi bahkan saat kita telah menyadarainya. Menarik sekali. 
Orang-orang itu membangun tembok. Padahal kemarin kami masih tertawa bersama. Kami masih saling bercanda dan ramah menyapa. Lantas tetiba sebuah dinding telah berdiri. Tidak tinggi, tapi cukup memisahkan. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Kenapa seperti itu? Apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku melompat sejadi-jadinya, berteriak hanya untuk melihat lebih dekat wajah mereka. Tetapi justru caci maki dengan suara yang semakin meninggi. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Aku pun meminta maaf dengan tulus. Maaf bila kesalahan diri adalah penyebab tembok itu. Tetapi justru suara tawa yang meledak itu meninggi. Suaranya menembus tembok. Kenapa harus ditertawakan? 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Tidak tinggi, tetapi cukup mengisolas…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…