Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Kelopak Ke Tujuh - Part 3

Part 3.
Hari ini, selain  menjadi hari pertamaku belajar, aku juga diminta Wak Harun untuk membantu mengajar anak-anak mengaji di surau. Wak Harun memang sedikit kualahan satu tahun ini, karena harus mengajar sendirian puluhan anak-anak dari umur 5 tahun samai 11 tahun mengaji. Cik Imah cukup repot mengurusi Umar Kecil yang menangis kalau terlalu berisik. Makanya mulai hari ini, aku yang membantu Wak Harun.
Usai belajar aku diajak makan siang di Rumah Wak Harun. Aku memang sering makan dirumah Wak Harun, Wak Harun adalah adik kandung Amak, jadi sudah seperti rumah sendiri. Bahkan aku sering diam-diam mengambil kue yang di letak di toples ruang tamu lalu mengantonginya banyak-banyak untuk ku bagi dengan kawan-kawan. Dan Cik Imah selalu tau kalau aku yang diam-diam kerumah dan mengambil kue di ruang tamu. Makanya, beberapa kali Cik Imah mengantarkan satu toples kue ke rumah.
“Al sepertinya senang sekali dengan kue ini, kebetulan Imah memang sering buat banyak, makanya Imah bawakan u…

Kelopak Ke Tujuh Part 2

Part 2.
Kami menyebut sebagai masa mandiri. Yaitu usia dimana kami siap untuk membantu orng tua ke ladang dan membantu gotong royong desa. Pada usia tersebut, anak seumuran kami akan diperkenankan memakai sepatu boat. Semua yang memakai sepatu boat dianggap sebagai lelaki sejati, atau bagi perempuan akan dianggap sebagai perempuan dewasa. Sebagaian orang tua bahkan menggelar syukuran.
Pertengahan bulan Juli adalah hari puncak perayaan masa mandiri. Pada hari tersebut, semua anak yang sebelumnya masih boleh bermain kepiting dan laying-layang, akan berganti seragam dengan sepatu boat gagah mereka. Sebagian bahkan membawa golok dalam rangka dari kayu meranti dan sebagian membawa arit (red; celurit). Maka tanggal 15 Juli adalah hari penting bagi hampir semua anak-anak. Karena mereka dinobatkan menjadi orang dewasa dan mulai beraktivitas sebagai orang dewasa.
Memang tak sama dengan tempat kebanyakan yang katanya dewasa saat usia 17 tahun. Di desa kami usia 12 adalah usia dewasa. Kami h…

Kelopak Ke Tujuh - Part 1

Part 1.
Aku, atau kami, tak tertarik dengan sekolah. Tepatnya tak tau apa itu sekolah. Kami hanya harus datang ke samping rumah Wak Harun dari senin sampai kamis. Pagi-pagi sekali, dimana kawan sepantaran kami memakai sepatu boat, dan arit dengan gagah, kami akan berbelok menuju rumah panggung dari papan yang semakin lapuk. Rumah panggung dengan balai-balai dari bambu di samping kanannya. Sepetak papan kuning berukuran dua kali satu meter di amplas halus. Bekas coretan arang tampak masih tersisa. Papan itu tak benar-benar bisa bersih jika tidak dicuci dengan air.
Mak mengantarku pagi ini, memegang tanganku kuat. Aku masih cemberut. Dari kemarin meronta-ronta karena Mak memaksaku ikut belajar di balai Wak Harun. Sepanjang jalan menuju rumah Wak Harun, aku menunduk. Kawan-kawanku mengejekku. Mereka kadang berdehem berkali-kali, yang lain dengan terang-terangan mengejekku. Ibu dengan santai memelototi kawanku yang mengejekku. Di depan rumah panggung, Wak Harun sumringah. Tangannya te…

Kelopak Ketujuh - Prolog

**PROLOG**
Kau tau Al, desa ini lahir dari sebuah legenda. Legenda bungan putik surga. Ah siapa peduli soal kebenaran, Wak hanya ingin bercerita saja. Ketika adam dan hawa hijrah dari surga, ada sebuah bunga yang begitu sedih karenanya. Sekali lagi Wak ingatkan, ini hanya cerita turun temurun saja. Kau pun tau pasti dalam Al Quran tak menyebut soal ini. Lagi-lagi ini hanya legenda, cerita yang boleh kau ragukan kebenarannya.
Bunga itu akan menebar wangi yang sangat ketika tujuh kelopaknya mekar. Bahkan, tanah di sekelilingnya akan menjadi subur dan wangi, bebatuan akan menjadi permata, atau air yang mengalir akan menjadi jernih dan wangi, saat kelopak ketujuhnya mekar.
Nah saat Hawa hijrah dari surga, bunga itu amatlah sedih. Maka ia memohon pula agar diturunkan ke bumi, supaya merasakan perjuangan Hawa di sana.Sehiingga diturunkanlah ia ke bumi. Wak Harun menghela nafas, diseruputnya teh buatan istrinya. Lamat-lamat dari lampu templok, kulihat ia menerawang.
Hanya rupanya, ia di…

Nilai Kesetaraan

Sematan predikat unggul itu, hanya sebuah cermin ketidaksanggupan menyetarakan lingkungan. Semakin dramatis memaknai keberbedaan itu, lalu melakukan tindakan berlebihan dengan sentiasa menyanjung satu sisi, maka semakin tampak ketidaksanggupan mengelola semua dengan baik.

Dalam banyak ajang kompetisi yang melibatkan komunitas mahasiswa yang hetero, terlebih dalam tingkatan nasional, sering terdengar keluhan “Kenapa hanya mahasiswa dari universitas terkemuka yang selalu menjuarai?”, dan saksikanlah seperti ajang bergengsi itu, maka universitas terkemuka yang selalu mendominasi. Bahkan tak heran, banyak universitas yang belum pernah sama sekali masuk sebagai semifinalis.  Atau sekedar sampai mengirimkan perwakilannya dikarenakan telah tumbang sebelum sempat melihat gerbang.
Persoalannya bisa disebabkan dari tingkat kualitas pesertanya yang memang berbedajauh sehingga tidak memenuhi kualifikasi.Atau disebabkan penilaian secara keseluruhan dimana nilai individu dilihat pula dari total peser…

Memoar Setungku Nyala Api

Ini adalah kumpulan tulisan dari pikiran-pikiran liar yang ada dikepala saya. Sebagian menunjukkan betapa rendahnya kualitas pemikiran saya. Sebagian justru terang-terangan menunjukkan alangkah sedihnya pengetahuan saya sampai saat ini. Namun yang pasti, saya sebagaimana orang lain, juga memiliki sebuah gagasan, dan itu tertuang sebagian dalam buku ini.

“Selama ini, saya hanya bisa mendengarkan ide-ide cemerlangnya dalam sebuah diskusi. Tetapi kali ini, beliau benar-benar merangkumnya dalam sajian karya yang dapat disimak setiap saat. Memberikan pemahaman  dalam bingkai kesederhanaan” -DC Julian, Penyunting, Penulis Buku Interaktif ‘Who Are You’ dan Hos'Corta

“Sebuah karya pemikiran yang mengesankan. Realistis untuk dijadikan  bahan rujukan dalam melakukan terobosan. Mungkin akan berbeda dan kontroversi, namun dengan proses yang menantang” -Yusuf Kurniawan, Presiden Badan Eksekitif Mahasiswa Universitas Bengkulu

“Buku ini cukup mengganggu saya. Tepatnya, mengganggu stabilitas emosiona…

Mereka yang Menginspirasi Jilid 1

…bahwa setiap orang selalu punya kesempatan untuk menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Dan sebaik inspirator itu ialah mereka  yang paling bersemangat berjuang, untuk  menjadi pribadi paling  bermanfaat
Membaca biografi mereka, lalu menuliskannya, membuat saya masuk dalam pesona hidup memukau. Setiap mereka memiliki hal menarik untuk dijadikan inspirasi, juga cermin.
Mereka punya kesamaan, yakni sama-sama berjuang selangkah lebih depan dari kebanyakan orang. Mereka juga punya kesepakatan,bahwa nilai inspirasi dan prestasi adalah dari besar kemanfaatannya bagi orang lain.
Mereka juga membuktikan, bahwa menjadi berprestasi bukan hal sulit. Menyeimbangkan akademik, organisasi, dan juga prestasi secara bersamaan, adalah hal yang dapat di raih setiap orang.

Ini adalah kumpulan biografi narasi sederhana alumni Universitas Bengkulu. Di jilid pertama ini, dituliskan cerita 13 tokoh inspirasi yang menarik dijadikan referensi. Inshaa Allah masih ada  jilid selanjutnya yang di terbitkan secara ber…

Anak Pandan - Novel

Seorang bayi telah lahir, di bulan purnama itu. Wewangian pandan merebak ke seluruh desa. Di setiap rumah, di sudut-sudut desa, di ujung jalan. Maka seorang bapak seketika itu akan menghambur ke dalam alas diiringi sekawalan pemuda. Melewati pemakaman di desa itu yang berpagar pohon-pohon berumur ratusan tahun, menuju Kali  Banyu untuk mengambil satu dari dua tanaman dalam pot dari batang pakis. Bapak itu lalu mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan “15 Wage, 21 Mei 1985”, membungkusnya dalam sbuah kantung plastik, dan menyelipkan ke dalam pot batang pakis itu, bersanding dengan satu tanaman sisa. Setelah itu tangan bapak itu menengadah bersama pemuda di belakangnya. Seperti mengucapkan sesuatu. Dan bapak serombongan itu bergegas pulang kembali.

Sesampainya di rumah, sang bapak menggali tanah di depan rumahnya untuk menanam tanaman yang baru ia ambil dari Kali Banyu. Tak lupa di sekeliling tanaman itu di tanami pandan, melingkari tanaman. Setelah itu bapak itu baru melihat putran…

Memoar: Setungku Nyala Api

Hendra''s Creative Assistance

Hendra's Creative Assistance menjadi ruang pengembangan ketrampilan grafis. Menyediakan wadah belajar intensif untuk belajar editing video, layout, dan gambar grafis. Selain itu, HC juga membuka ruang belajar bahasa inggris dasar bagi pemula. Serta pembelajaran privat untuk usia sekolah dasar.
Owner HCA, Suhendra, juga membuka peluang menjadi idstributor buku. Ada forum buku online yang dapat diambfaatkan pembeli untuk memesan buku. Atau buku yang di tulis oleh sang owner sendiri.

Hendra's Creative Assistance

Hendra's Creative Assistance menjadi ruang pengembangan ketrampilan grafis. Menyediakan wadah belajar intensif untuk belajar editing video, layout, dan gambar grafis. Selain itu, HC juga membuka ruang belajar bahasa inggris dasar bagi pemula. Serta pembelajaran privat untuk usia sekolah dasar.
Owner HCA, Suhendra, juga membuka peluang menjadi idstributor buku. Ada forum buku online yang dapat diambfaatkan pembeli untuk memesan buku. Atau buku yang di tulis oleh sang owner sendiri.

Join Us !

Hendra's Creative Assistance menjadi ruang pengembangan ketrampilan grafis. Menyediakan wadah belajar intensif untuk belajar editing video, layout, dan gambar grafis. Selain itu, HC juga membuka ruang belajar bahasa inggris dasar bagi pemula. Serta pembelajaran privat untuk usia sekolah dasar.
Owner HCA, Suhendra, juga membuka peluang menjadi idstributor buku. Ada forum buku online yang dapat diambfaatkan pembeli untuk memesan buku. Atau buku yang di tulis oleh sang owner sendiri.