Langsung ke konten utama

Siapa Presiden

Saya sebelumnya tidak terlalu mau ikut campur. Soal cicak vs buaya (lagi), soal AS dengan modifikasi foto (kayak teori klem kebenaran), soal BW yang tiba-tiba di garap (haha, ingat LHI dulu kok rada-rada spesial si BW ini), soal penasihat presiden (katanya sih bos judi, entah lah), terus soal banjir Jakarta (yang dilempar sana sini). Semuanya tidak begitu saya hiraukan. Hanya ada yang kemudian menarik perhatian saya, yaitu soal Mobnas.

Hati saya benar-benar terluka kali ini. Oke lah kita tau kalau si Esemka itu cuma buat pencitraan (yang masih juga di bela sama tim fanatik JW), lalu redup hingga jadi Gubernur, lalu naik lagi pas Nyapres lalu redup lagi. Walau BJ Habibi pernah bilang kalau Esemka itu 'mobil tambal-tambal' (masih juga di bela sama fans JW), atau kalau mobil itu mirip sekali dengan mobil china, sampai batas itu saya tetap berusaha 'woles'. Namanya otak tumpul mau bagaimana pun tetap tumpul kan, mau di sodorin fakta rill kalau dasarnya memang hasil cucian ya sudah, mangkel.

Nah kini, ujuk-ujuk muncul berita kalau Mobnas di ambil dari Proton. Beuh... apa coba kata yang sedikit sopan menggambarkan 'kegobl**kan' kebijakan itu. Jadi ingat anak-anak ITS yang konon mengembangkan mobil listrik, atau cerita mobil nano,  atau si Esemka yang cuma buat 'dolanan'.

Saya melihat kampus besar pencetak teknokrat yang pasti sudah mengembangkan teknologi permobilan, dilecehkan dengan penandatanganan Proton sebagai mobnas. Kalau dulu kita sering protes soal budaya yang di klem, eh sekarang malah JW ambil Proton.  Saya benar-benar merasa ini sebagai upaya 'merendahkan diri sendiri'. Tidak menghargai dan memberi kesempatan anak bangsa, dan lebih nampak sebagai kepentingan segolongan orang.

Ah saya pemuda Indonesia, tapi siapa presiden saya?


Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…