Langsung ke konten utama

Raja Sedang Resah Bag 6


Bagaimana Ronin dapat meluapkan kekesalannya. Ini kemunafikan. Memuakkan. Istana macam apa ini? Jadi hanya seperti ini saja rupanya standar mutu dari balik bangunan yang katanya agung dan dipenuhi dengan dewa suci ini? 

Ronin melangkah keluar. Berdiri di tembok istana. Menyaksikan bulan utuh di balik bukit. Lama sekali. Ia perlu untuk memikirkan. Semakin lama dan semakin lama. Kadang ia ingin sekali menentang dengan lantang. Tapi ia tetap senyap. Ada kode etik bicara. Ada waktu yang harus diperhitungkan. Meski semakin lama semakin memuakkan. Semakin lama semakin membuat rumit. 

Ronin menghela nafas. Emosi berkecamuk ia redakan. Ronin tahu kalai ia masih harus bertahan. Mencoba bertahan beberapa waktu lagi. Sampai ikhtiar itu selesai dengan baik. Ada yang harus ia selamatkan. Masih ada tugas yang harus diselesaikan. 

Sepanjang waktu Ronin menghabiskan hari-hari diistana. Menahan diri dengan sebaik sikap. Tampil dengan cara yang sebaik mungkin. Terlebih mulai mendapatkan akses untuk berinteraksi di istana besar. Ia sering harus melapisi jubah hitamnya dengan sedikit sutra. Sutra yang membuatnya semakin mual setiap waktu. Sutra dengan bau menyengat, mual. Ia benci sutra itu. Ia benci harus melapisi jubah hitamnya dengan baju-baju mewah itu. 

Ronin begitu muak. Ronin sangat muak. Tapi ada yang harus ia selesaikan, sebentar lagi saja. Ronin harus bertahan, sesekali memakai sutra. Ah, saat memakainya Ronin semakin tahu, kalau tidak perlu ada istana, jika ia sama saja seperti rumah judi. 


Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…