Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Berani Berinovasi

Berinovasi dengan ilmu tidak serumit yang kita kira. Ketika masih kuliah, saya selalu mengira bahwa yang disebut sebagai karya inovasi adalah sesuatu yang menjadi produk dari seperangkat kerumitan perangkat ilmiah dan teknologi. Semakin rumit pembuatannya, semakin lama pengerjaannya, semakin sering bergadangnya, berarti semakins keren pula inovasinya. Maka saya pun takut untuk memikirkan bahwa inovasi penelitian itu adalah sesuatu yang sederhana. Lebih tepat saya anggap sebagai sebuah utopia.

Hanya ketika saya mulai mengenalkan aktivitas menulis karya ilmiah, saya menemukan realitas bahwa metode tertulis untuk mengenalkan literasi iptek ke siswa tidak mungkin hanya dengan ceramah. Harus dinaikkan taraf pemikiran dan energi agar karya penelitian itu bermanfaat. Maka terpakailah teori yang sering saya ingat saat menjadi pengurus organisasi, bahwa saat kita berfikir tidak mampu disebakan kekurangan fasilitas, atau ketika kita merasa terlalu dini untuk berfikir maju, saat itu kita sedang…

Batatik HDS.03 : Bukan Sekedar Menghasilkan Karya Riset

Selalunya ada cerita menarik sepanjang syaa membersamai murid-murid saya dalam pengembangan riset. Khusnya saat kami akan mengembangkan sebuah inovasi yang melibatkan berbagai keterampilan ilmu. Kadang saya rasa terlalu dini untuk sekedar riset bagi pelajar tingkat SMA. Tapi saya lebih sering beranggapan, tidak ada kata ‘sekedar’ untuk sebuah inovasi dan upaya mempertahankan ide.

Pada Oktober lalu akhirnya saya beranikan mengikuti kompetisi robot di Jakarta, dengan syarat bahwa inovasi yang di buat harus sebuah inovasi yang memang layak untuk menjadi juara. Sehingga bila kami akan datang, minimal Juara 1 harus sudah di tangan. Gagasan yang diangkat juga harus original serta berdampak signifikan untuk mengurangi masalah yang ada. Maka ke dua murid saya, Holik Ramadhan dan Deni Rahmat Ramdhani akhirnya berani mengambil tantangan. Bila inovasi yang dikerjakan menarik dan prospek untuk menjadi Jura, maka akan diikuti. Lebih jauh saya berfikir untukmenjadikannya sebagai inovasi yang akan …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #7

Judul : Nyala Lentera Tari Nyelang dan Simbol Harapan Baru Bengkulu

1.Happy weekend tweepz
2.Di hari ini kita akan coba mengangkat soal Tari Nyelang
3.dar sumber yang saya temukan, tari ini berasal dari Bengkulu Utara
4.Nah masalahnya Bengkulu Utara itu sangat luas
5.Pada 2003 Bengkulu Utara Mekar melahirkan Kabupaten Mukomuko
6.Luas Kabupaten Mukomuko 4.037 km² sementara Bengkulu Utara 5.549 km²
7.Lalu mekar lagi dengan sebagian wilayahnya menjadi Bengkulu Tengah pada tahun 2006
8.Masyarakatnya juga sangat multikultural
9.Dari suku pendatang hingga suku asli mendiami wilayah di Pesisir Barat Sumatera ini
10.Saya coba menelusuri arti kata 'Nyelang' khusus dari bahasa Bengkulu
11.Sebab kata ini punya arti juga di Jawa dan Sunda
12.Akhirnya saya menemukan arti kata yang bagi saya mendekati
13.Dalam bahasa Lembak kata Nyelang berarti Membuka Mata
14.Sepertinya kita perlu benar-benar menyusur tradisi di Bengkulu Pak Gubernur
15.Menuliskan tradisi-tradisi tak bertuan itu menjadi ba…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #6

Judul : Ala Tari Turak Bengkulu dan Tradisi Menjamu Raja

1.Suku Lembak Bengkulu memang memiliki banyak sekali tradisi
2.Mereka menjadi satu dari sedikit suku yang mendiami Bengkulu
3.Pun dengan kesenian yang menjadi refleksi hubungan baik dengan alam
4.Saat ini saya akan coba membicarakan soal Tari Turak
5.Judulnya : Ala Tari Turak Bengkulu dan Tradisi Menjamu Raja
6.Turak berasal dari suku Lembak yang artinya ruas bambu
7.Aksesoris yang dipakai dalam tarian ini memang bambu
8.Tari ini telah ada sejak tahun 1600 masehi
9.Konon tari ini bermula sebagai wujud syukur masyarakat Lembak Bengkulu
10.Pasca musim kemarau panjang, hujan lalu turun mengguyur sebagai berkah
11.Tanaman tumbuh subur dan masyarakat membaik keadaannya
12.Sebagai wujud syukur, ditarikanlah tarian ini
13.Khasnya adalah ruas bambu yang diisi beras dan kunyit dan dipakai selama menari
14.Tari ini dipentaskan oleh sedikitnya dua penari, biasanya anak-anak
15.Tari ini dipersembahkan ketika seorang raja berkunjung ke daera…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #4

Judul: Berhantar Pulang di Kampung Nelayan Malabero Bengkulu
1.Mari rehat dengan selingan topik keBENGKULUan selain dari Tari-tari di Bengkulu
2.Judul kita kali ini 'Berhantar Pulang Damai di Kampung Nelayan Malabero Bengkulu'
3.Kita akan bicara budaya melekat yang tak tertulis dalam prasasti di Kampung Nelayan Malabero
4.Kampung Nelayan yang di apit eloknya pantai panjang dan Kampung Cina
5.Kampung Nelayang yang disanding Benteng Gagah Malborough
6.Kampung yang menjadi induk dari semua nelayan Bengkulu
7.Yang menyambut tangis bayi dengan suka cita sebagai anugerah dan kesyukuran
8.Pula yang menghantarkan mereka yang pulang dalam kebersamaan
9.Ya, salah satu yang menarik dari kampung nelayan tertua ini adalah menghantar pulang
10.Bila salah seorang warga kampung ini meninggal, semua akan merasakan duka
11.Kapal tertambat seluruh, anak-anak pun tak berenang di pantai
12.Warga akan bertandang ke ahli musibah, membawa sedekah ala kadarnya
13.Bahkan bila air begitu tenang dan angi…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tari dan Tradisi #3

Judul :Ada Pesan Damai dan Gembira di Tari Ganau Bengkulu

1.Tweepz sory hari ini telat ngultwitnya, rada2 full aktivitas
2.Kemarin kita sudah bicara Tari Andun (http://chirpstory.com/li/334821)
3.Sebelumnya lagi kita ngobrol soal Tari Kejei (http://chirpstory.com/li/334690  )
4.dan hari ini kita bakal bicara soal Tari Ganau yang juga khas Bengkulu
5.Judul kita kali ini 'Ada Pesan Damai dan Gembira di Tari Ganau Bengkulu'
6.Kita akan menemukan pesan damai dan gembira tersebut sepanjang menonton tari ini
7.Dari irama musik tetabuhan yang mengiringi dengan ritme lambat hingga cepat
8.Dengan gerak luwes sepanjang tari yang beratur mengiringi irama
9.Hingga pesan lakon yang disiratkan dari jalinan antar penari
10.Tari ini tidak menggunakan aksesoris tambahan sebagaimana Tari Andun
11.Murni bermain peran dalam irama yang dipadu seimbang dan harmoni
12.Alat musiknya pun masih tradisional, yaitu mandolin, rebab, kendang, serta dol
13.Sesekali kita akan menemukan tari ganau yang diirin…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #2

Elok Begaul Ala Tari Andun Bengkulu

1.Twiipz...Kemaghi kitau nceritauka Tari Kejei njak suku rejang (Bahasa Serawai, Bengkulu)
2.mbak kini kita ka nceritauka Tari Andun (masih bahasa Serawai Gaezz, hehe)
3.Artinya: Kemarin kita telah  bercerita soal Tari Kejei dari Suku Rejang Bengkulu
4.Sekarang kita akan cerita Tari Andun, tari tradisi suku Serawai, Bengkulu
5.Yap, pada sesi kali ini kita bakal bicara soal Tari Andun asli Suku Serawai Bengkulu
6.Masih dengan tema besar 'Telaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tari dan Tradisi'
7.Judul kita kali ini 'Elok Begaul Ala Tari Andun', check it out..
8.Tari Andun adalah salah satu tari yang paling populer bagi masyarakat Serawai
9.Masyarakat Serawai lebih banyak tersebar di bagian Selatan Bengkulu
10.di Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur
11.Dulu ke tiga kabupaten adalah bagian dari Kabupaten Bengkulu Selatan
12.Semakin maju Bengkulu membuatnya mekar menjadi tiga (sweet...)
13.Suku Serawai punya dialek …

Puisi : Dol Sepuluh Muharam

Betabuh dol besahut singkat
Derapnya gaduh berirama gagah
Aku terbawa jauh pada masa hidup silam
Tetabuh dol membawa pada kisah perjalanan jauh, begitu lampau
Jalanan yang ramai merona menyilau langit Paderi

Panji-panji hijau, biru, putih , merah mengibar dengan bebasnya
Ia mengibas di ujung kashira
Tapi bukan zulfikar yang melegenda
Hanya seumpama anggar
Menjadi bagian dari prosesi kotak kayu

Dol betabuh bersemangat beriringan tassa
Seketika hening dengan kaki yang roboh satu-satu
Hanya sayup seruling membangunkan, sekilas saja
Ia meninggi, sembunyi, hilang, terang, genderang, panjang
Ia memeluk penuh rindu sepernyi nyanyian rebab di malam kesepuluh

Betabuh dol besahut singkat
Derapnya gaduh berirama gagah
Aku terbawa jauh pada masa hidup silam
Tetabuh dol membawa pada kisah perjalanan jauh, begitu lampau
Mengiringi prosesi kotak kayu,
Menyabut Tabut di malam sepuluh muharam

Bengkulu, 01 November 2016 Telaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi & Tari Link : http://chirpstory.com/li/3…

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #1

Budaya Proteksi dan Refleksi Pergaulan Remaja di Tari Kejei
Kultwit #VisitBengkulu2020

1. Maroba ite ngobrol tentang Ta'ei Kejei jakunai Jang (red; bahasa Suku Rejang Bengkulu)#EsaiPIRNXV

2. Artinya mari kita diskusi soal Tari Kejei dari Suku Rejang, Bengkulu

3. tapi dalam kaitannya dengan budaya proteksi dan refleksi pergaulan remaja masa kini gaes

4. _Opening_ Tari Kejei adalah salah satu tariang paling sakral bagi Suku Rejang di Bengkulu

5. Paling sakral karena banyak ditemukan cerita-cerita misteri sepanjang pementasan tarian ini

6. Tari Kejei terbilang tari yang cukup sederhana karena tidak menggunakan gerakan yang terlalu rumit

7. Tari ini dimainkan dengan jumlah penari ganjil, bisa 3, 5, 7 atau 9 pasang

8. Tarian ini diiringi oleh alat musik tradisonal seperti Gong, Kulintang, dan Redap

9. Musik pengiring tarinya adalah musik yang sudah disepakati oleh BMA Rejang Lebong

10. Boleh menggunakan satu atau gabungan dari 7 lagu yang masuk dalam musik pengiring tersebut

11. Musik…

Bukti Kerasnya Hidup Bernama THR

Debaran sebagian besar orang menjemput momen pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) barangkali sama bungahnya dengan perasaan gadis udik yang tengah dipinang bujang rupawan nan berharta. Sebab momen menantikannya memang selalu penuh dengan angan tinggi dan harapan selangit. Bahkan histeria hari raya selalu ganjil tanpa angpao buruh ini. Ya, yang paling menantikan angpao semacam ini pastilah buruh atau pegawai rodi yang setiap bulannya hanya berbalas gaji mepet-mepet. Selain juga karena THR selalu berarti uang jajan untuk lebaran, THR rupanya pula bernilai hiburan tahunan dari kepahitan hidup kaum `bangsawan sehari` ini. Makanya hampir tiap ramadhan, bagi segenap pegawai dan buruh terjajah di Tanah Air tercinta, 10 hari terakhir ramadhan tidak hanya penting karena adanya malam lailatul qadar yang mulia, tapi juga karena THR sering dibagikan juga di 10 hari terakhir ramadan. Sederhananya agar para pegawai itu tidak buru-buru mudik meninggalkan kerja. 
Pada dasarnya, sebagaimana cinta mony…

Guru (Gagal) Berguru Gaya Baru

Bila sering kita bicara aspek paling berperan dalam rendahnya kualitas pendidikan kita adalah pemerintah atau siswa, saya menemukan perspektif pahit dalam beberapa kali kesempatan mengikuti pelatihan yang didalamnya adalah para guru senior (re;usia). Ya, perspektif tersebut adalah faktor keberadaan guru. 
Masuk dalam siklus pendidikan formal dengan latar belakang pendidikan non KIP, saya memiliki ekspektasi tinggi. Bahasa lain parasaan ini adalah rasa hormat saya pada guru. Mereka selalu saja tangguh berjuang mengajar sepanjang hari di tahun yang panjang, melakukan ransfer ilmu dengan keragaman kondisi, dan perjuangan dari ketulusan yang menahklukkan saya. Ekspektasi tinggi tersebut membuat saya ciut, minder, saat saya berkesempatan mengikuti pelatihan kurikulum dengan seluruh pesertanya adalah para guru senior dan berlatar pendidikan KIP. Makanya, saya selalu sungkan untuk bertanya, menunjukan diri, atau mengambil alih sesi microteaching. Saya mengambil bidang pemikiran dan sesi pem…

Kita Punya Warna : Menyoal Literasi

Seandainya kita survei, bagaimana tanggapan masyarakat kita tentang Indonesia, saya prediksikan akan lebih banyak terdengar keluhan ketimbang kebanggaan. Sederhananya, keluhan seperti itu seolah menjadi sesuatu yang mengakar, mungkin disebabkan faktor kepuasan terhadap kinerja pemerintahan (menuliskan kata `pemerintah` di sini pun seperti dilema, saya punya pandangan menyebutkan pemerintah sebagai penyebab utama keluhan itu tidak sepenuhnya tepat, meski juga tidak memungkiri ada pula pasti ada sumbangsih mumpuni pemerintah dalam proses keluhan itu juga). Keluhan itu menyebar secara rata hampir semua aspek, termasuk menyoal budaya baca tulis.
Kita berkiblat ke negara maju,/seringnya seperti itu. Bila kita coba amati untuk standar penilaian kita pada angka literasi, Indonesia masuk pada jajaran rangking terendah dari jumlah negara yang dijadikan objek survei. Ini menyedihkan, bagaimana mungkin sebuah bangsa yang terbiasa bertutur kisah adalah negara yang standar literasinya rendah. Kit…

Bangsa Paranormal : Menyoal Literasi

Boleh saya sebut kita adalah bangsa paranormal, yang suka sekali menebak dan merasa yakin telah mengetahui masa depan sebelum waktunya. Konteks ini saya kaitkan untuk mengkritisi budaya baca kebanyakan masyarakat Indonesia dewasa ini. 
Saya meyakini, sebenarnya budaya baca masyarakat Indonesia sangat baik. Tingkat keterbukaan dan melek teknologinya juga baik. Aktivitas menulis masyarakat, khususnya kaum produktif muda, juga sama baiknya. Hanya saja di satu sisi, dibalik kebaikan itu lahirlah perilaku paranormal. Mereka membaca, tapi hanya membaca judul dan merasa yakin telah mengetahui seisi buku. Bagi saya, kebiasaan unik ini seperti akar yang terhubung dengan tradisi silam. Kita yang hidup dengan akar sejarah mistis kini berevolusi sesuai kemajuan zamannya. 
Masyarakat kita sangat melek teknologi, buktinya kita suka sekali menggunakan perangkat teknologi mutakhir. Anak yang belum mengenal huruf, bahkan sudah dengan mudahnya menggunakan telepon pintar untuk bermain games, menonton, …

Apa Peduli Saya Soal Fahri Hamzah

Cukup banyak rekan saya bertanya, menyoal kasus FH dengan PKS. Sebagian mereka bertanya dengan harapan saya akan mengatakan bahwa saya pun tidak sepakat soal pemecatan yang dramatis itu. Tapi diluar dari ekspektasi mereka, saya menjawab bahwa saya tidak begitu peduli soal kasus itu. Bagi saya itu kasus yang sama seperti dengan yang lainnya. Dan secara pribadi saya tidak tau alasan kenapa saya harus melatakan kepedulian dan pembelaan saya kepada FH. Mereka tanya kenapa, saya balik menjawab kenapa saya harus peduli.
Ya, dimana pentingnya kepedulian saya untuk kasus FH. Apakah dengan saya menunjukan kemarahan saya akan keputusan itu lantas dunia akan berubah dan kondisi akan seperti semula? Saya kira bahkan rasa peduli itu tidak memberikan efek apapun. Lalu bila ada yang marah soal argumen saya ini, saya kembali bertanya, apakah ada jaminan bahwa FH berada di jalur yang murni benar dan terzalimi sehingga saya harus membela itu? Ada yang bisa menjelaskan dengan alasan yang valid, bukan a…

Rupanya Setinggi Ilmu Pun Tetap Manusia

Saya kira ketinggian usia, keluasan ilmu, dalam perspektif pribadi dan penilaian saya tentunya, akan membuat seseorang selalu lebih terbuka dalam memberikan pandangan, khususnya berkenaan dengan cara pandang terhadap laku orang lain. Rupanya patokan seperti itu juga tidak dapat digunakan. Manusia, bagaimanapun tetap akan menggunakan standar persepsi pribadinya dalam menilai, kebanyakan seperti itu. Standar tersebut berakar dari latar suka dan tidak suka. Bila telah tidak suka, maka akan tetap tidak suka, dan bila suka akan memaklumi setiap kesalahan. 
Realitas ini pahit, tidak menyenangkan, atau mungkin membudaya. Di satu sisi saya juga malu juga, bahwa saya sering pula mengambil putusan berdasarkan prasangka yang itu muaranya dari kesukaan dan ketidaksukaan. Menyadari yang demikian membuat saya harus berpikir dengan sangat lama, bagaimana bisa subjektifitas itu masih membelenggu sementara ilmu dan pengalaman harusnya telah melerai. Lebih pahit karena dimata kita, orang yang berilmu …

Apa Yang Saya Pelajari Malam Ini?

Di malam Launching Komunitas Ambin, saya menemukan begitu banyak inspirasi. Menyaksikan sebuah pertunjukan sama artinya dengan membenamkan diri ke dalam sungai inspirasi. Terbayang di kepala saya apa saja yang akan saya lakukan di depan nanti. Sebuah tekad, ya sesuatu tantangan baru untuk saya dengan status sebagai seorang pendidik. 
Saya telah mengembangkan aktivitas riset di sekolah, menyenangkan dengan tantangannya sendiri. Dan kenapa tidak saya mengembangkan seni pertunjukan di sekolah? Ya, mungkin saya telah memulai sebelum saya menyadari. Dengan mengajarkan teknik dasar pengambilan video, mengedit video, hingga membuat sebuah film pendek, saya kira itu seni, dan sudah tampak. Satu komunitas seni sekolah telah pula hadir, kami beri nama komunitas sinematografi iqra. Sekelompok anak yang menyukai dunia broadcast, mengikuti berbagai perlombaan pembuatan video pendek, atau sekedar membuat video pendek untuk dinikmati bersama. 
Itu menyenangkan, tapi ada yang belum dan masih belum b…

Begini Rasanya Gabung Dengan Komunitas Seni

Ini adalah pertama kali saya bergabung dengan komunitas seni. Semasa SMA, saya pernah tampil untuk seni membaca cerpen, membaca puisi, sesekali mencoba monolog, pernah pula saya menari tarian daerah di sebuah kegiatan. Singkat kata, saya telah menyukai dunia seni sejak lama. Saya selalu riang melihat pertunjukan seni tari daerah, seni teater, membaca puisi, karya lukisan, dan banyak lagi. Seni bahkan seperti menjadi bagian dalam diri saya. 
Ketika masuk perguruan tinggi, saya banting stir mengurangi dunia pertunjukan. Tak lagi saya membaca puisi, monolog, membaca cerpen, yang ada saya suka dunia ilmiah. Saya meleburkan diri dalam dunia menulis ilmiah, masuk gerbang penelitian, menggandrungi karya riset terbaru, membaca jurnal inovasi kreatif, semua dunia saya mengarah pada dunia saintifik, atau saya arahkan untuk memutar haluan. Tapi saya tetap menyukai seni pertunjukan, meski tak lagi punya kesempatan untuk tampil dan tidak lagi memiliki prioritas baik untuk itu. 
Kemudian rekan rek…

Malam Launching Komunitas Ambin

Cinta, cipta, dan karya. Pada hakekatnya seni menghaluskan perasaan manusia. Dengan seni ekspresi rasa semakin berbudaya. Karena itulah kami bergabung di Komunitas AmBin. Seni adalah sesuatu yang alamiah pada manusia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Seni merupakan kecakapan akal batin manusia yang memiliki unsur unsur kehalusan, kepekaan kecermatan dan keindahan yang dapat menyentuh dan menggugah perasaan. Kehidupan tanpa seni adalah kehidupan yang gersang dan manusia manusianya akan menjadi kaku dan kurang berperasaan dalam melakukan interaksi satu sama lain. Seni sangat penting karena dapat menghaluskan perasaan.
Komunitas AmBin terbentuk berdasarkan filosofi bahwa mengambin atau menggendong adalah aktifitas mencintai, menyokong, mengangkat dan merawat. Sebagai sebuah komunitas seni,  AmBin merupakan kumpulan orang orang yang beraktifitas seni dalam semangat cinta, saling membahu, saling memberi kekuatan untuk semakin baik dan saling menjaga.
~Diana Gustina, …

Orang Dungu Itu Nyinyir

Saya sangat menghargai sebuah karya seni. Entah berupa karya rupa, tulis, atau pertunjukan. Kenikmatan lain juga adalah bicara proses, saya juga membiasakan untuk dapat selalu menghargai proses dalam menuju sebuah karya itu. Sehingga kemarahan saya apabila ada orang yang mencemooh sebuah karya kreasi, sementara dirinya tidak punya kapasitas untuk membuat yang lebih baik, bahkan membuat yang sama baiknya pun tidak. Bagi saya itu bukan kritik, tapi cemooh. Kritik masukan itu disampaikan dengan bahasa diplomatis dan membangun, cemooh itu adalah hinaan dari orang yang tidak punya kapasitas.
Ciri paling tampak dari golongan orang tak berkapasitas tapi suka sekali berkomentar ala pakar itu adalah ketidak mampuan mereka menikmati karya manusia. Mereka kehilangan definisi dan rasa dari proses membuat keindahan. Mereka disibukkan dengan pembenaran kosong pada opini yang mereka kuatkan. Meski keberadaan mereka tidak terlalu penting, atau saya terbiasa mengabaikan mulut mereka, tapi saya sangat…