Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Koalisi Superhero : Sensasi Film Tanpa Rasa

Saya baru saja menyisihkan waktu untuk menyaksikan Batman Vs Superman : Dawn of Justice. Saya masihlah generasi 90 yang pasti kenal betul dengan sosok superhero itu, maka melihat judulnya Batman Vs Superman, saya penasaran bagaimana alur cerita yang mengolaborasikan 2 superhero besutan DC Comic itu. Rasa penasaran itu membuat saya tetap fokus menyaksikan plot demi plot di layar lebar di depan saya.  Setelah lebih dari 2 jam, akhirnya film usai, dan apa yang saya rasakan ? Speechless, tidak sanggup berkata-kata. Saya takjub dengan efek suara, efek gambar, dan ke gagahan superhero di depan, tapi hanya sebatas itu saja. Hanya nilai bagus dari efek gambar, tokoh, suara. Sementara bekas kesan di hati saya, tidak ada. Saya tidak cukup tersentuh usai menyaksikannya. Kenapa ?  Hampir sama dengan kesan setelah menyaksikan The Avenger: Age of Ultron besutan Marvel. Saya girang melihat tebaran pahlawan super saling bahu-membahu melawan musuh-musuh tangguh. Saya terpada dengan efek suara, gambar…

Kepantasan Mendapat Nilai A

Saya sedang mengawas  pelaksanaan ujian tengah semester. Melihat beberapa siswa sudah tidak mengerjakan apapun, saya mengatakan `Bila kalian sudah selesai, silahkan dikumpulkan. Bila kalian sudah tidak sanggup mengerjakan soal, juga silahkan dikumpulkan, tapi pastikan agar semua soal terisi, karena pada soal pilihan ganda kalian masih punya peluang 1 benar dari 5 pilihan. Lembar soal silahkan dibawa pulang untuk dipelajari siapa tau ada dari kalian yang remedi atau mengulang ujian`.

Sontak semua anak yang semula hening kini riuh ramai, suara protes memenuhi. Seorang siswa mengangkat tangan, saya kira dia adalah anak yang pemberani, sementara yang lain hanya mengumpat, dia berani mengangkat tangan. `Jangan seperti itu sensei, masak kami di doakan untuk ujian ulang` ungkapnya.

`Kalau anda benar serius sekolah, anda belajar dengan baik, ujian dengan jujur dan yakin anda bisa menjawab soal dengan optimal, kenapa anda harus khawatir untuk ujian ulang. Anda tinggal mengabaikan pernyataan s…