Langsung ke konten utama

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tari dan Tradisi #3


Judul : Ada Pesan Damai dan Gembira di Tari Ganau Bengkulu

1. Tweepz sory hari ini telat ngultwitnya, rada2 full aktivitas
2. Kemarin kita sudah bicara Tari Andun (http://chirpstory.com/li/334821)
3. Sebelumnya lagi kita ngobrol soal Tari Kejei (http://chirpstory.com/li/334690  )
4. dan hari ini kita bakal bicara soal Tari Ganau yang juga khas Bengkulu
5. Judul kita kali ini 'Ada Pesan Damai dan Gembira di Tari Ganau Bengkulu'
6. Kita akan menemukan pesan damai dan gembira tersebut sepanjang menonton tari ini
7. Dari irama musik tetabuhan yang mengiringi dengan ritme lambat hingga cepat
8. Dengan gerak luwes sepanjang tari yang beratur mengiringi irama
9. Hingga pesan lakon yang disiratkan dari jalinan antar penari
10. Tari ini tidak menggunakan aksesoris tambahan sebagaimana Tari Andun
11. Murni bermain peran dalam irama yang dipadu seimbang dan harmoni
12. Alat musiknya pun masih tradisional, yaitu mandolin, rebab, kendang, serta dol
13. Sesekali kita akan menemukan tari ganau yang diiringi oleh musik melayu juga
14. Sebab memang tarian ini termasuk yang populer dan sering di tampikan di berbagai event
15. Awal menari kita akan merasakan tempo gerakan yang lambat oleh semua penari
16. Di beberapa tampilan, khususnya yang saya lihat, dibagian awal dimasukan lakon
17. Ya semacam peran yang dimaksudkan untuk menguatkan pesan dan makna dari tariannya
18. Dimana dua orang pemuda tampil bertikai dalam pertaruangan, lalu damai berjabatan tangan
19. Semua penari baik muda mudi lalu mulai membentuk formasi seirama
20. Di beberapa plot di buat berbeda gerak untuk membedakan kisah lelaki dan perempuannya
21. Digambarkan usai pertikaian & perdamaian itu, semua penari berjibaku menjaga perdamaian
22. Ada adegan dimana penari akan jatuh dan bangun beberapa kali
23. Menyiratkan perjuangan menjaga hidup damai yang tidak mudah dan sederhana
24. Hingga kemudian irama musik semakin kencang dan menghentak
25. Tetabuh kendang dan dol semakin ligat dengan penari yang semakin bersemangat
26. Gerakan mereka menjadi cepat dalam harmonisasi peran dan musik
27. Tetapi mereka tersenyum gembira seperti sedang bermain layaknya anak kecil
28. Terus bersemangat hingga akhirnya tari ganau pun usai
29. Suasana menjadi senyap dengan derap dan tepuk tangan penonton
30. Dari pementasan itu, saya merasakan pesan yang kompleks dari Tari Ganau
31. Berkisah bahwa bertikai dalam beda tidak akan pernah menjadi solusi
32. Bahkan bila telah begitu lama dalam adu tangan, lantas apa yang tersisa?
33. Maka setelah itu kita yakin saat bersama sebagai bangsa yang menyadari bahwa kita ragam
34. Kita akan faham bahwa perdamain bukan ada karena kita semua sama
35. Damai menjadi ada karena kita seua berbeda dalam segala hal
36. Penyadaran itu membuat kita kuat sebagai sebuah bangsa
37. Saya ingat pernah membaca artikel bahwa Indonesia adalah negara dengan persatuan terbaik
38. Terbaiknya di dunia berbanding dengannegara-negara adikuasa lainnya
39. Pasalnya, meski begitu banyak suku, sampai sekarang Indonesia tetap satu
40. Negara-negara Eropa misal, mereka telah terpecah menjadi negara-negara kecil
41. Jumlahnya lebih dari 50, sebab beda bahasa sedikit membuat mereka ingin berpisah
42. Tari ganau seperti representai persatuan dan perdamaian Indonesia
43. Usai berdamai mereka bersama berjibaku menjaga hakikat perdamaian
44. Sulit memang, sering jatuh dan bangun
45. Tapi karena komitmen bersama akhirnya hentakan musik menjadi gembira
46. Temponya menjadi cepat bersamaan dengan ligat penarinya
47. Manisnya usaha akan membuat kita bergembira, barangkali seperti itu
48. Bila kita telah berpayah menjaga harmonisasi bangsa dari perbedaan
49. Esok kita akan cecap manisnya persatuan dalam berbangsa
50. Kita belajar bagaimana cara menghargai dan memahami berbeda
51. Kita paham untuk tidak menyinggung SARA tetapi bangun hubungan
52. Hingga kegembiraan itu akan menghentak meluap ke seantero bumi
53. Seperti tetabuh dol dalam Tari Ganu, terus menghentak ke penjuru arah
54. Lebih senang lagi bahwa tari yang merepresentasi perdamaian itu ada di BENGKULU
55. Sebagai putra daerah, saya begitu bangga, bahwa BENGKULU pula bisa menjadi pemersatu
56. Bengkulu negeri pulang, negeri beradu malam, itu mungkin bisa saya gambarkan
57. Sebagaimana sosok proklamator kita, yang menemukan persinggahan terindahnya di sini
58. Kita pun bisa menemukan kedamaian dan ketentraman itu
59. Menikmati romansa sejarah Rumah Bung Karno, sembari menengok elok Tari Ganau
60. Tari Ganau membawa pesan perdamaian untuk Indonesia
61. Tari Ganau membawa ikhtisar kegembiraan dalam berbeda untuk Dunia
62. Bengkulu yang Mendunia, kenapa tidak kan
63. Mari sambang Bengkulu, temukan indah dan bedanya
64. Sekian tweep malam ini, terimakasih telah berbagai dan bergembira bersama

Link Chrip: http://chirpstory.com/li/334945

Postingan populer dari blog ini

Membangun Tembok

Ini adalah sebuah cerita klasik, tetapi selalu saja menarik. Sebab ini menyangkut perasaan manusia. Ini menyangkut prasangka yang rapuh. Dan ini menyangkut sesuatu yang selalu saja terjadi bahkan saat kita telah menyadarainya. Menarik sekali. 
Orang-orang itu membangun tembok. Padahal kemarin kami masih tertawa bersama. Kami masih saling bercanda dan ramah menyapa. Lantas tetiba sebuah dinding telah berdiri. Tidak tinggi, tapi cukup memisahkan. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Kenapa seperti itu? Apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku melompat sejadi-jadinya, berteriak hanya untuk melihat lebih dekat wajah mereka. Tetapi justru caci maki dengan suara yang semakin meninggi. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Aku pun meminta maaf dengan tulus. Maaf bila kesalahan diri adalah penyebab tembok itu. Tetapi justru suara tawa yang meledak itu meninggi. Suaranya menembus tembok. Kenapa harus ditertawakan? 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Tidak tinggi, tetapi cukup mengisolas…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…

Nilai Kesetaraan

Sematan predikat unggul itu, hanya sebuah cermin ketidaksanggupan menyetarakan lingkungan. Semakin dramatis memaknai keberbedaan itu, lalu melakukan tindakan berlebihan dengan sentiasa menyanjung satu sisi, maka semakin tampak ketidaksanggupan mengelola semua dengan baik.

Dalam banyak ajang kompetisi yang melibatkan komunitas mahasiswa yang hetero, terlebih dalam tingkatan nasional, sering terdengar keluhan “Kenapa hanya mahasiswa dari universitas terkemuka yang selalu menjuarai?”, dan saksikanlah seperti ajang bergengsi itu, maka universitas terkemuka yang selalu mendominasi. Bahkan tak heran, banyak universitas yang belum pernah sama sekali masuk sebagai semifinalis.  Atau sekedar sampai mengirimkan perwakilannya dikarenakan telah tumbang sebelum sempat melihat gerbang.
Persoalannya bisa disebabkan dari tingkat kualitas pesertanya yang memang berbedajauh sehingga tidak memenuhi kualifikasi.Atau disebabkan penilaian secara keseluruhan dimana nilai individu dilihat pula dari total peser…