Langsung ke konten utama

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5


Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1. Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2. Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3. Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4. Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5. Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6. Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7. Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8. Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9. Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10. Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11. Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12. Warna pakaian adat Bengkulu memang banyak di dominasi warna cerah, berani, dan kontras
13. Sehingga dalam banyak pentas tari, pakiannya memang bewarna cerah dan berani
14. Asesoris yang tidak boleh terlewat adalah bubu
15. Tari bubu dimainkan dengan irama cepat, menampilkan gerakan yang bersemangat dan enerjik
16. Inspirasi gerakan ini adalah alamiah gerakan dalam memangkap ikan menggunakan bubu
17. Mencermati tarian ini saya merasakan nuansa kreativitas muda yang kental
18. Corak warna pakaian yang berani adalah simbol keberanian bereksplorasi kaum muda
19. Baju kurung yang digunakan mencerminkan kaum muda yang menjaga diri dan terjaga
20. Gerakan cepat dalam tarian juga representasi kaum muda yg sentiasa cepat dalam tindakan
21. Semangat kreasi yang tinggi yang membuat kaum muda cakap menyelesaikan masalah
22. Tema bubu diambil untuk menggambarkan keluhuran dan harmonisasi alam dan manusia
23. Kita tau bahwa kebijaksanaan budaya adalah hasil dari upaya hidup selaras dengan alam
24. Makanya hampir semua tradisi di Indonesia selalu diperuntuukan kepada alam
25. Entah berupa penghormatan, rasa syukur, atau kampanye menjaga alam
26. Maka bubu adalah salah satunya, sebuah alat tradisional yang tidak merusak alam
27. Tidak seperti teknik pukat atau bakan kimia serta bom yang merusak ekosistem
28. Bubu sepenuhnya bersahabat dengan alam
29. Hanya ikan yang besar yang akan terjebak, yang kecil akan dapat lolos dengan mudah
30. Bahan pembuatnya dari bambu dengan pengikat dari rotan yang tidak mencemar air
31. Kapasitas ikannya juga terbatas, artinya mengambil sesuai yang diperlukan saja
32. Kebiasaan mengambil dari alam secara berlebihan adalah bibit kisah ekploitasi alam
33. Bubu dikenal masyarakat Indonesia sehingga menyimpan kebijakan budaya bangsa secara utuh
34. Boleh saya sebut bubu adalah simbol pemersatu yang dihadirkan oleh nenek moyang kita
35. Dibangun dengan segenap karya dan kearifan lingkungan
36. Oleh karenanya, sebagai tari kreasi baru, Tari Bubu adalah representasi dari keluhuran itu
37. Ciri pemuda gigih bersemangat yang giat berkarya namun menjaga alam dengan luhur
38. Kreativitas muda itu kental lahir dari keseluruhan pementasan tari ini
39. Saya yakin, tari bubu adalah wujud kekayaan intelektual yang sangat memesona
40. Ini juga menjelaskan bahwa pemuda Bengkulu adalah pemuda yang berdaya saing unggul
41. Kreativitas mereka berpadu elok dalam barisan karya kaum muda se Indonesia
42. Tanpa sekat dan batasan teritori, pemuda kita berkarya untuk menyatukan jiwa bangsa
43. Sukarno adl pemersatu bangsa, semangat itu pula yang lekat dalam jiwa kaum muda Bengkulu
44. Semangat yang hadir dan membuahkan karya penghormatan untuk persembahan pertiwi tercinta
45. Muda Bengkulu berpadu dalam barisan generasi emas Indonesia
46. Ini titik cerah untuk Bengkulu yang Mendunia
47. Salam generasi muda Bengkulu

Link Chrip http://chirpstory.com/li/335086

Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…

Kopdar Blogger Bengkulu 'Pertama'

Bukan Kopdarnya yang pertama, tetapi saya yang baru pertama mengikuti Kopdar ini. Saya tertawa-tawa saja, ini pertemuan ke 9,artinya sudah 9 bulan berdiri, dan saya baru hadir di kumpulnya blogger Bengkulu. Menyenangkan.

Saya tertawa-tawa sebab saya memandang sebuah rumah yang saya tinggakan. Dalam versi saya, artinya bisa muncul banyak versi, komunitas ini lahir bersamaan dengan datangnya kawan-kawan Kompasiana yang mengumpulkan Blogger Bengkulu. Tentu sebelumnya sudah ada keinginan untuk berkumpul para blogger di Bengkulu, lalu saat itu disepakati untuk di bentuk komunitas Blogger Bengkulu.

Pada periode ini, saya yang diminta mendesain logo komunitas ini, maka jadilah sebuah logo sederhana yang saya tak menyangkan tetap digunakan hingga saat ini. Ah, saya berharap bisa melakukan sedikit perbaikan desain logo itu, tapi sudah terlanjur dipakai bersama-sama.

Hari ini saya mengikuti kegiatan Kopdar bersama. Saya menyempatkan dengan sungguh-sungguh setelah sering gagal menghadiri undang…