Langsung ke konten utama

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #6


Judul : Ala Tari Turak Bengkulu dan Tradisi Menjamu Raja

1. Suku Lembak Bengkulu memang memiliki banyak sekali tradisi
2. Mereka menjadi satu dari sedikit suku yang mendiami Bengkulu
3. Pun dengan kesenian yang menjadi refleksi hubungan baik dengan alam
4. Saat ini saya akan coba membicarakan soal Tari Turak
5. Judulnya : Ala Tari Turak Bengkulu dan Tradisi Menjamu Raja
6. Turak berasal dari suku Lembak yang artinya ruas bambu
7. Aksesoris yang dipakai dalam tarian ini memang bambu
8. Tari ini telah ada sejak tahun 1600 masehi
9. Konon tari ini bermula sebagai wujud syukur masyarakat Lembak Bengkulu
10. Pasca musim kemarau panjang, hujan lalu turun mengguyur sebagai berkah
11. Tanaman tumbuh subur dan masyarakat membaik keadaannya
12. Sebagai wujud syukur, ditarikanlah tarian ini
13. Khasnya adalah ruas bambu yang diisi beras dan kunyit dan dipakai selama menari
14. Tari ini dipentaskan oleh sedikitnya dua penari, biasanya anak-anak
15. Tari ini dipersembahkan ketika seorang raja berkunjung ke daerah suku lembak
16. Sepanjang menari, para penari akan mengibaskan selendang yang di pasangkan di punggung
17. Selendang itu dipakai selayaknya selendang bidadari mengarungi kayangan
18. Sekaligus pertanda elok dan jelitanya gadis-gadis lembak
19. Yang tidak boleh diabaikan dari Tari Turak adalah Turak itu sendiri
20. Turak atau potongan ruas bambu yang diisi beras kuning
21. Sepanjang menari, beras kuring tersebut akan ditebarkan seiring dengan gerakannya
22. Beras kuning disimbolkan sebagai syukur atas kesuburan
23. Makanya kita sering lihat di beberapa acara pernikahan yang ditaburkan beras kuning
24. atau tradisi suku dayak Kalimantan yang melaksanakan tradisi Ngiring Temuai
25. atau di India dengan tradisi Purim dan Holi
26. Kesemuanya perwujudan syukur atas berkah alam yang melimpah
27. Serta bentuk penghormatan tertinggi pada raja sekaligus berisi doa untuk raja
28. Bagi masyarakat Lembak sendiri, tari ini adalah tari yang sangat sakral
29. Sebab hanya raja yang disambut dengan tarian ini, tarian eksotis
30. Sekarang tari ini juga ditarikan ketika ada tetamu yang berkunjung
31. Simbol ini bermakna keramahan masyarakat Lembak dalam menyambut tamu
32. Tamu itu akan diagungkan selayaknya raja
33. Barangkali inilah mengapa Indonesia tetap dapat terus bersatu
34. Setiap tradisi hadir untuk menunjukan penghormatan
35. Penghormatan itu tidak mungkin lahir tanpa rasa menghargai
36. Rasa menghargai itulah bekal damai dan saling mengerti
37. Sehingga bila ada perbedaan, dengan saling menghormati akan menjadi damai
38. Masyarakat Lembak menerapkan itu dalam kesehariannya
39. Sesiapa yang bertandang akan dijamu layaknya raja di rumahnya
40. Mereka juga toleran terhadap keberagaman
41. Sebagai provinsi yang memiliki banyak suku, Lembak mengadaptasi penghormatan lewat tari
42. Sebagai suku asli Bengkulu, lembak juga menerima suku-suku pendatang di lingkungannya
43. Simbol Tari Turak yang ada sejak lama barang kali memang salah satu akarnya
44. Akar masyarakat dalam mengatur tata tardisi dalam menjaga hubungan dan kedatangan
45. Sebagai Bengkulu, saya bangga pernah mengenal Tari Turak
46. Tidak sekedar lenggok serampang tiada makna, Turak hadir sebagai wujud syukur
47. Didalamnya ada doa, rasa cinta, hormat, dan terpenting, ada tradisi Bengkulu asli
48. Bertandanglah dan sapa kami di Bengkulu, kau akan tau bahwa negeri ini begitu damai
49. dan juga, keelokan pekerti lewat tradisinya yang kukuh terjaga hingga kini
50. Kau boleh takjub ketika Turak berguncang menabur rizki
51. Disana kau akan merasa bagi raja dari masa silam lalu
52. dan kau akan temukan cinta, bahwa Turak membawa bibit penghormatan agung
53. Salam cinta dari Bengkulu

Link chrip http://chirpstory.com/li/335193

Postingan populer dari blog ini

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…

Membangun Tembok

Ini adalah sebuah cerita klasik, tetapi selalu saja menarik. Sebab ini menyangkut perasaan manusia. Ini menyangkut prasangka yang rapuh. Dan ini menyangkut sesuatu yang selalu saja terjadi bahkan saat kita telah menyadarainya. Menarik sekali. 
Orang-orang itu membangun tembok. Padahal kemarin kami masih tertawa bersama. Kami masih saling bercanda dan ramah menyapa. Lantas tetiba sebuah dinding telah berdiri. Tidak tinggi, tapi cukup memisahkan. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Kenapa seperti itu? Apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku melompat sejadi-jadinya, berteriak hanya untuk melihat lebih dekat wajah mereka. Tetapi justru caci maki dengan suara yang semakin meninggi. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Aku pun meminta maaf dengan tulus. Maaf bila kesalahan diri adalah penyebab tembok itu. Tetapi justru suara tawa yang meledak itu meninggi. Suaranya menembus tembok. Kenapa harus ditertawakan? 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Tidak tinggi, tetapi cukup mengisolas…

Menolak Parkir

Anggap saja ini hanya tulisan anak-anak yang baru belajar menulis. Tulisan ini juga adalah hasil asumsi secara subjektif dan sepihak. Jadi bila terjadi kesalahan dan unsur yang tidak mengenakkan, harap diabaikan saja. Saya akan bicara mengenai Parkir dan Kota Bengkulu.
Saya adalah pengguna kendaraan roda dua. Dan selain kecelakaan lalu lintas dan lampu sein ibu-ibu ajaib, yang membuat saya merasa tidak nyaman adalah 'parkir'. Iya, tolong dimaklumi dulu ya. Bila saya meletakkan motor saya selama satu jam, bagi saya itu baik-baik saja, anggap saja kompensasi keamanan. Tapi bila belum 2 menit saya meletakkan motor karena mau ambil sesuatu, lalu saya diminta bayar parkir, bagi saya itu rumit.
Kemudian yang menyebalkan adalah biaya parkir. Sudah jelas diatur per jam adalah Rp. 1.000 oleh perda, tetapi kalau kita beri sejumlah Rp. 2.000 maka tidak akan ada kembalian. Lebih-lebih kita akan mudah menemukan pecahan Rp 2.000 ketimbang Rp.  1.000. Kalau kita beri Rp. 5.000 maka kembal…