Langsung ke konten utama

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #7


Judul : Nyala Lentera Tari Nyelang dan Simbol Harapan Baru Bengkulu

1. Happy weekend tweepz
2. Di hari ini kita akan coba mengangkat soal Tari Nyelang
3. dar sumber yang saya temukan, tari ini berasal dari Bengkulu Utara
4. Nah masalahnya Bengkulu Utara itu sangat luas
5. Pada 2003 Bengkulu Utara Mekar melahirkan Kabupaten Mukomuko
6. Luas Kabupaten Mukomuko 4.037 km² sementara Bengkulu Utara 5.549 km²
7. Lalu mekar lagi dengan sebagian wilayahnya menjadi Bengkulu Tengah pada tahun 2006
8. Masyarakatnya juga sangat multikultural
9. Dari suku pendatang hingga suku asli mendiami wilayah di Pesisir Barat Sumatera ini
10. Saya coba menelusuri arti kata 'Nyelang' khusus dari bahasa Bengkulu
11. Sebab kata ini punya arti juga di Jawa dan Sunda
12. Akhirnya saya menemukan arti kata yang bagi saya mendekati
13. Dalam bahasa Lembak kata Nyelang berarti Membuka Mata
14. Sepertinya kita perlu benar-benar menyusur tradisi di Bengkulu Pak Gubernur
15. Menuliskan tradisi-tradisi tak bertuan itu menjadi baku dan dikenal masyarakat Bengkulu
16. Bahkan saya belum tau apakah Tari Nyelang ini tari kreasi baru atau ada sejak dahulu
17. Baiklah kita lanjut ke pembahasan kali ini saya akan menyampaikan tradisi khas Tari Nyelang
18. Judulnya : Nyala Lentera Tari Nyelang dan Simbol Harapan Baru Bengkulu
19. Tari Nyelang adalah tari yang dimainkan oleh para gadis
20. Setiap penari akan memegang sebuah lentera sepanjang menari
21. Poros datang penari di bagi menjadi dua, mula-mula masing-masing perwakilan poros maju
22. Keduanya bertari dengan simbol saling memberi salam hormat
23. Lalu penari lainnya turut serta menjadi formasi apik
24. Semuanya benar-benar membawa lentera yang nyala apinya
25. Formasi kemudian berubah menjadi lingkaran, bisa ada poros penari di dalamnya, bisa juga tidak
26. Sepanjang formasi ini ditampilkan gerak maju dan mundur serta berputar bersimpuh bagi penari
27. Yang saya lihat simbol berbagi nyala api dan menjaga agar api dapat selalu menyala
28. Lalu iringan yang awalnya pelan, harus dramaitik, tiba-tiba bertempo cepat
29. Para penari bertebaran hingga membuat sebuah formasi baris lurus
30. Gerakan zigzag diperontonkan dalam tarian tersebut
31. Irama pengiring lalu menjadi cepat kembali dan penari bergerak dengan sangat enerjik
32. Mereka terbagi lagi menjadi dua kelompok penari seperti asal kedatangannya di panggung
33. Kedua kelompok bergerak dengan ritme gerak masing masing
34. Kemudian terjadi perpaduan gerak dengan formasi lapangan bersatu
35. Lentera diletakkan ke lantai dan penari terdiam, salah seorang berdiri diantara mereka
36. Bergerak lambat seiring seruling mengiringi, tetabuhan tasa dan dol masih aktif berdentum
37. Kemudian penari itu berlari mengelilingi seluruh penari dan masuk kembali ke formasi
38. Semua penari bersembah lalu memasangkan lentera di kepala mereka
39. Irama musik dan syair bergema menjadi cepat, penari bergerak dengan giat kembali
40. Alas lentera yang berupa piring dipegang tangan menjadi asesoris tarian
41. Kemudian mereka berbaris lurus, lambat, dinamis, dan kembali kebelakang panggung
42. Dengan ayu gerakan, harmoni, dan lentera yang masih menyala di atas kepala mereka
43. Tari Nyelang adalah tari simbol kebangkitan harapan dari gelap menjadi terang
44. Lentera adalah cahaya harapan yang dipadu dan dijaga dalam sebentuk lingkaran
45. Awalnya harapan itu di pegang dengan tangan sebagai tindakan budi
46. Kemudian saat lentera dipasangkan dikepala, harapan itu telah sampai ditempat tertinggi
47. Nyala api kecil dari lentera yang dijaga, adalah simbol menarik dari tari ini
48. Bahwa harapan dalam membangun negeri harus dijaga bersama-sama
49. Penari diawali dengan dua kelompok berbeda
50. Tapi mereka kembali sebagai garis lurus yang telah berpadu
51. Ada bagian dimana gerak kedua kelompok penari tidak sama
52. Tapi akhirnya semuanya berpadu dalam lingkaran yang saling menjaga
53. Gerakannya begitu dinamis dan enerjik, tapi lentera harus tetap menyala
54. Boleh kita merasa begitu hebatnya terpaan masalah
55. Tapi harapan yang agung akan mengembalikan kita sebagai garis lurus
56. Garis yang harmoni dalam gerakan, elok dalam etika, dan indah dalam pandangan
57. Tari Nyelang seolah berpesan untuk Bengkulu
58. Seberat apapun masalah mendera, selalu ada harapan disana
59. Tidak perlu khawatir, karena Bengkulu tidak sendiri
60. Suatu hari kita akan berpadu dalam lingkaran, saling menjaga harapan kita semua
61. Tari Nyelang berpesan, kitalah simbol harapan itu
62. Tengoklah langsung elok nian Tari Nyelang
63. Maroba ite bekunjung ke Bengkulu

Link Chirp http://chirpstory.com/li/335228

Postingan populer dari blog ini

Ilusi itu bernama 'Wisuda'

Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang baru saja meraih gelar Sarjana. Kalian berhasil menaklukkan dan memenangkan diri sendiri. Kalian berhasil melalui proses yang panjang untuk hari besar itu. Percaya saja, berfoto mengenakan toga itu sungguh sangat menyenangkan.  Selamat (jalan) ya.
Tapi itu tidak akan lama. Saya ingat pernah berbicara di depan lebih dari 850 mahasiswa baru. Saya bertanya kepada mereka semua (mungkin mereka saat ini juga telah wisuda), pertanyaan yang cukup di jawab dengan mengangkat tangan. 'Silahkan angkat tangan kalian yang selama kuliah ingin mendapat IPK 4, menjadi pengusaha mahasiswa yang berhasil, menjadi delegasi pertukaran mahasiswa, menjadi wakil universitas dalam berbagai lomba, menerbitkan buku pertama dan lain-lain'. Tidak bisa terhitung secara tepat, tapi saya ingat 95% dari mereka angkat tangan. Menarik sekali. 
Lalu saya bertanya kembali kepada mereka, setiap tahun Universitas Bengkulu meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswanya. Apakah …

Menelaah Kebijaksanaan Hidup Lewat Tradisi dan Tari #5

Judul  'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'

1.Tweepz terimakasih karena sudah stay tune di kultwit sy, khususnya yang sudah di chrip
2.Mulai dari Tari Kejei, Tari Andun, hingga Tari Ganau yang syarat akan keelokan pesan budi
3.Hari ini kita akan bicara soal Tari Bubu
4.Judulnya 'Tari Bubu : Tari Kreasi Baru dan Lestari Budaya Kreatif Bengkulu'
5.Ya, Tari Bubu adalah tari kreasi baru yang mengangkat semangat
6.Idenya dari kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan di sungai menggunakan bubu
7.Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari bambu dan sifatnya pasif
8.Bubu ini jebakan yang sering di sebut 'traps' atau 'guiding barriers'
9.Alat ini berbentuk kurungan yang di desain untuk ikan dapat masuk namun tidak bisa keluar
10.Alat ini banyak ditemukan di seantero Indonesia dan kerap dipakai masyarakat
11.Tari bubu dimainkan dengan jumlah genap, penarinya mengenakan baju kurung bewarna cerah
12.Warna pakaian adat Bengkulu m…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…