Langsung ke konten utama

Apa yang kamu lakukan setelah UN SMA?


Selamat 'menganggur' bagi teman-teman yang baru saja menyelesaikan kewajibannya mengikuti UN atau UNBK alias Ujian Nasional Berbasis Komputer. Kerja kalian sepanjang 3 tahun ini, hanya untuk 4 hari itu saja. Setelah itu, kalian akan menentukan apa saja yang akan kalian pilih. Kalian juga sudah berhak atas status kependudukan. Bila sebelum itu kalian tidak dianggap sebagai Penduduk Indonesia, pasca UN, kalian sudah dapat mengaku sebagai bagian dari Penduduk Indonesia (sebab umurnya kebanyakan sudah sampai 17 tahun, kan).

Percaya saja, hari pertama masa libur 'sangat panjang' itu akan kalian nikmati. Namun masuk minggu pertama, kalian akan sangat merindukan sekolah. Sebab menjadi 'pengangguran pemula', khususnya yang belum punya rencana, cukup berat. Biasanya kalian pagi-pagi sudah siap di sekolah, ramai bertemu rekan sahabat, bergurau bercanda, kemudian menjadi sepi. Kalian akan mulai belajar bahwa dunia tak lagi sama dengan sebelumnya.

Okay, kita lupakan hal-hal rumit itu. Saya akan coba berbagi apa yang saya kerjakan dalam 'masa menganggur panjang' itu. Semoga akan menjadi referensi kegiatan yang bisa teman-teman lakukan dalam mengisi libur panjang itu.

Saya masih ingat, aktivitas saya sepanjang libur panjang itu adalah ke kebun kopi, memetik kopi, persiapan masuk PTN. Tapi sedikit berbeda dengan petani yang lain, saya selalu membawa kamus bahasa inggris bergambar milik keponakan saya setiap hari. Ya, saya selalu memasukkan kamus dan kadang beberapa jenis buku bahan bacaan ke kebun. Bila waktu istirahat siang, untuk zuhur dan makan siang, saya menyempatkan diri menghafal kosa kata bahasa inggris.

Tidak ada rekan untuk mengevaluasi hafalan bahasa saya, juga tidak ada rekan untuk dijadikan parten berbicara bahasa inggris. Saya hanya terus menghafal dan menghafal. Sebanyak yang saya mampu saja. Dan lebih sering saya lupa apa yang sudah saya hafal minggu sebelumnya.  Tak peduli, saya hanya terus menghafal saja dan terus menghafal sepanjang libur panjang itu.

Saat saya sudah di Perguruan Tinggi, di Universitas Bengkulu, semester 5 itu dosen saya berkata bahwa bagi mahasiswa di fakultas kami yang ingin mengikuti program pertukaran mahasiswa untuk penelitian selama 2 bulan di Malaysia, silahkan mendaftar. Dengan biaya hidup, tempat tinggal dan biaya transportasi di tanggung oleh pihak penyelenggara. Lebih menarik, dapat dijadikan pengganti Praktik Lapangan. Maklum, di jurusan kami, mahasiswa harus Praktik Lapangan di berbagai industri dan pabrik di berbagai daerah. Lebih sering di pabrik CPO, Karet, Teh, dan banyak lain.

Saya hanya menghitung, bila biaya hidup saya mengkuti praktik lapang akan lebih besar dari pada saya mengikuti pertukaran mahasiswa. Maka saya pun mencoba mendaftar. Singkat cerita, terpilih 4 nominator yang diundang di ILO (International Liaison Office) Universitas Bnegkulu. Disampaikan kepada kami bahwa setiap kami akan di wawancara selama 15 menit dalam bahasa inggris. Saya kecut, tercekat. Saya tidak punya kualifikasi yang baik di bidang itu. Saya tak pernah juga berbicara dengan partner dengan bahasa itu.

Tapi, sekali langkah maju ke depan, pantang surut ke belakang. Mending maju dengan gagah dan kalah, dari pada mundur takut layaknya pengecut. Singkat cerita (lagi), saya pun menjadi satu dari 2 mahasiswa yang akan dikirim ke University Malaysia Kelantan untuk riset 2 bulan di sana. Kami adalah generasi pertama dalam program kerjasama itu. Itu juga adalah pengalaman pertama saya naik pesawat terbang dan bahkan sampai di luar negeri. Menyenangkan sekali. 


Jadi, yang ingin saya sampaikan adalah, ayo isi libur panjang kalian dengan hal-hal yang penting. Saya hanya bisa belajar menghafal kata dalam bahasa inggris, tapi saya juga jadi tau bahwa apa yang saya lakukan dahulu rupanya adalah salah satu batu bata dalam cerita saya mengunjungi berbagai negara. Sederhana yang saya lakukan, sepele sekali, tapi Allah maha tau. Itu adalah inverstasi.

Kalian juga bisa mencoba apa yang saya lakukan, bahkan dengan dosis yang lebih tinggi. Sebab di perguruan tinggi, akan banyak peluang yang bisa kalian ambil dengan bekal bahasa. Maka siapkan lah diri kalian dan manfaatkan libur panjang ini dengan keren. 

Apa yang kamu lakukan setelah UN SMA? Silahkan tentukan sendiri. Tidak akan benar-benar keren kalau kalian tidak memiliki kuaifikasi ilmu dan keterampilan. Masih ngefans dengan anak-anak bermotor gede, jalan kesana kemari tidka penting, menghabiskan waktu dan uang (uang punya orang tua lagi, hihi), tapi tidak punya skill dalam hidup? Halo, ini bukan dunia sinetron.

Selamat menghabiskan waktu kalian dengan hal-hal penting teman. Semoga berhasil di kemudian hari. 


Postingan populer dari blog ini

Nilai Kesetaraan

Sematan predikat unggul itu, hanya sebuah cermin ketidaksanggupan menyetarakan lingkungan. Semakin dramatis memaknai keberbedaan itu, lalu melakukan tindakan berlebihan dengan sentiasa menyanjung satu sisi, maka semakin tampak ketidaksanggupan mengelola semua dengan baik.

Dalam banyak ajang kompetisi yang melibatkan komunitas mahasiswa yang hetero, terlebih dalam tingkatan nasional, sering terdengar keluhan “Kenapa hanya mahasiswa dari universitas terkemuka yang selalu menjuarai?”, dan saksikanlah seperti ajang bergengsi itu, maka universitas terkemuka yang selalu mendominasi. Bahkan tak heran, banyak universitas yang belum pernah sama sekali masuk sebagai semifinalis.  Atau sekedar sampai mengirimkan perwakilannya dikarenakan telah tumbang sebelum sempat melihat gerbang.
Persoalannya bisa disebabkan dari tingkat kualitas pesertanya yang memang berbedajauh sehingga tidak memenuhi kualifikasi.Atau disebabkan penilaian secara keseluruhan dimana nilai individu dilihat pula dari total peser…

Membangun Tembok

Ini adalah sebuah cerita klasik, tetapi selalu saja menarik. Sebab ini menyangkut perasaan manusia. Ini menyangkut prasangka yang rapuh. Dan ini menyangkut sesuatu yang selalu saja terjadi bahkan saat kita telah menyadarainya. Menarik sekali. 
Orang-orang itu membangun tembok. Padahal kemarin kami masih tertawa bersama. Kami masih saling bercanda dan ramah menyapa. Lantas tetiba sebuah dinding telah berdiri. Tidak tinggi, tapi cukup memisahkan. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Kenapa seperti itu? Apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku melompat sejadi-jadinya, berteriak hanya untuk melihat lebih dekat wajah mereka. Tetapi justru caci maki dengan suara yang semakin meninggi. 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Aku pun meminta maaf dengan tulus. Maaf bila kesalahan diri adalah penyebab tembok itu. Tetapi justru suara tawa yang meledak itu meninggi. Suaranya menembus tembok. Kenapa harus ditertawakan? 
Orang-orang itu telah membangun tembok. Tidak tinggi, tetapi cukup mengisolas…

Tentang Sekolah Alam Indonesia-Bengkulu #1

Belajarnya anak-anak adalah bermain. Bermainnya mereka adalah eksplorasi mengasah ketajaman indera. Agar seorang anak dapat tumbuh sebagaimana usianya. Agar yang disebut seorang anak itu adalah anak yang belajar dari alam.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Maka bila kau tengok banyak anak-anak yang suka bermain-main, tampak tidak serius mengerjakan tugas sekolah, bukan anaknya yang salah. Melainkan karena kau memaksa mereka belajar diluar dari jangkauan usia yang seharusnya.

Belajarnya anak-anak itu adalah bermain. Hadirkan ia proses belajar yang membebaskannya untuk berekplorasi dengan alam. Sungguh, alam adalah guru belajar terbaik di usia mereka. Tempat mengajarkan mereka keberanian, kemandirian, dan kepedulian. Alam akan mengajarkan mereka bekalan menuju uisa selanjutnya.

Pendidikan berbasis alam inilah yang diadopsi oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) yang dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan berbasis kemandirian dan alam. Termasuk di Sekolah Alam Indonesia cabang Ben…